Update24News.id, Sumut – Wilayah hukum polres Simalungun sepertinya menjadi lahan empuk bagi para mafia judi di wilayah sumatera Utara. Pasalnya, para mafia judi kini menyerbu kabupaten Simalungun dalam menjalankan bisnis Perjudian guna mengambil keuntungan besar dari praktik perjudian Jenis Tembak ikan berkedok game ketangkasan.

Selain judi berkedok game ketangkasan, Judi jenis tebak angka berhadiah juga kian marak di Wilayah kabupaten Simalungun.

Maraknya berbagai jenis praktik perjudian itu diduga terjadi akibat lemahnya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum setempat.

Dari penelusuran tim media update24News.id, pada kamis 05 Juni 2025 kemarin diperoleh informasi bahwa dalam tiga bulan terakhir ini, perjudian kian marak di wilayah simalungun. Bahkan kian tumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan.

Adapun lokasi suburnya praktik perjudian di wilayah Simalungun ini diantaranya, wilayah hukum Polsek Tanah Jawa meliputi kecamatan Tanah Jawa, Hatonduhan, Hutabayu Raja dan jawamaraja Bahjambi. Kemudian, wilayah hukum Polsek purba meliputi Kecamatan Purba, Tigarunggu dan juga wilayah hukum Polsek Silau Kahean.

Untuk wilayah hukum Polsek Tanah Jawa, menurut informasi dari masyarakat, praktik perjudian berkedok game ketangkasan di wilayah tersebut dikelola oleh Oknum Dinas Loreng Hijau berinisial Simarmata dengan dibantu rekannya oknum berinisial Situmorang dan Nababan. Sementara, untuk praktik perjudian jenis tebak angka berhadiah (togel) disebut dikelola oleh S Nainggolan bekerjasama dengan Oknum Dinas Coklat berinisial Lse.

Kemudian, untuk wilayah hukum Polsek Purba, praktik perjudian jenis tebak angka berhadiah disebut dikelola oleh oknum Baju loreng berinisial Gaol yang disebut bertugas di satuan yang berada di kabanjahe dan bandarnya disebut berinisial Simarmata dari satuan yang sama.

Beberapa warga masyarakat di kedua wilayah tersebut mengaku sudah sangat resah dengan praktik perjudian itu dan meminta pihak terkait untuk segera menindak tegas.

“Sudah makin marak perjudian di Simalungun ini, jika hal ini terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan memicu meningkatnya angka kriminal seperti pencurian,” sebut warga mengaku bermarga Saragih.

Menurut Saragih, selain memicu meningkatnya angka kriminal, praktik perjudian itu juga semakin lama dibiarkan akan merusak moral dan tatanan sosial masyarakat.

“Jika tidak segera ditindak Aparat, maka perjudian ini akan merusak moral dan tatanan sosial masyarakat sekitar. Sebab, kian banyak warga yang bermalas malasan bekerja karena sibuk di meja judi tembak ikan dan betah di warung kopi hanya membahas nomor tebakan angka di erek erek untuk dipasang dengan harapan nomor tebakannya tepat dan menerima hadiah uang tunai,” imbuh Saragih ditimpali bermarga purba.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan kepada seluruh jajaran Kepolisian mulai dari Tingkat Mabes Polri hingga Polsek jajaran agar tidak ragu untuk memberantas Segala bentuk Praktik kegiatan yang Meresahkan masyarakat seperti Judi, Narkoba dan Premanisme.

Pernyataan itu disampaikan Kapolri dihadapan Publik dan wartawan di depan kantor Mabes Polri, jalan Trunojoyo jakarta Pada 16 Mei 2025 lalu.

Namun, Pernyataan dan Perintah tegas Kapolri tersebut tampaknya dianggap sebagai pepesan kosong oleh khususnya Polsek Tanah Jawa, Polsek Purba dan Silau Kahean – Polres Simalungun – Polda Sumatera Utara.

Saat ini masyarakat berharap agar Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto,S.I.K., M.H, untuk menurunkan Tim dari Unit VC Judi Sila Polda Sumut ke wilayah Simalungun dan menangkap para mafia judi serta memenjarakannya.

Selain itu, Masyarakat juga meminta Kapolda Sumut agar berkolaborasi dengan TNI guna menangkap para oknum yang diduga terlibat dan melindungi praktik perjudian di wilayah simalungun tersebut.

Terpisah, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang ketika dimintai tanggapannya perihal tersebut belum memberikan tanggapan.
Sementara Kapolsek tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra,S.H.,M.H, saat dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp memberikan balasan dengan stiker bertuliskan “Terimakasih Infonya,”.(TIM/Red)