SIMALUNGUN |Update24News.id – Gerak cepat ditunjukkan jajaran Polsek Bangun dalam membongkar kasus pencurian rumah yang meresahkan warga. Dalam waktu singkat, delapan tersangka berhasil diamankan, menguak dugaan jaringan pelaku yang kerap beraksi saat rumah kosong.
Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi cepat Unit Reskrim di bawah naungan Polres Simalungun yang dinilai efektif dan terukur, setelah laporan korban masuk awal Maret 2026.
Keberhasilan ini bukan sekadar penangkapan biasa. Tim opsnal bergerak senyap, memburu para pelaku yang diduga telah berulang kali menyasar rumah kosong di wilayah Kabupaten Simalungun.
Kasus ini bermula dari laporan korban R.M.P. (24), yang mendapati rumahnya di kawasan Nagori Pematang Simalungun dibobol saat ditinggal ke Medan. Sejumlah barang berharga raib, mulai dari televisi, kulkas, hingga springbed, dengan total kerugian mencapai Rp20 juta.
Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan mengungkapkan, pihaknya langsung menerjunkan tim setelah menerima laporan.
“Kurang dari sebulan, identitas pelaku berhasil kami kantongi. Penangkapan dilakukan serentak di beberapa lokasi,”tegasnya.
Empat pelaku ditangkap dalam satu hari pada 1 April 2026, sementara tiga lainnya ternyata sudah lebih dulu diamankan dalam kasus berbeda. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa para pelaku merupakan bagian dari kelompok pencurian yang sama.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain linggis, becak motor, serta sejumlah barang hasil curian yang belum sempat dijual.
Sementara itu, satu pelaku lainnya masih buron dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Meski keberhasilan ini patut diapresiasi, kasus ini juga membuka pertanyaan:
berapa lama jaringan ini sudah beroperasi sebelum akhirnya terungkap?
Dengan sebagian pelaku ternyata sudah terlibat kasus lain, publik berharap aparat tidak berhenti pada penangkapan, tetapi juga mengusut kemungkinan adanya jaringan penadah atau aktor lain di belakangnya.
Langkah cepat Polri melalui Polsek Bangun memberi sinyal tegas: kejahatan jalanan tidak akan dibiarkan tumbuh liar. Namun, konsistensi pengungkapan hingga ke akar jaringan menjadi kunci untuk benar-benar memutus mata rantai pencurian di wilayah ini.




