PEMATANGSIANTAR, Update24News.id – Razia yang digelar Polres Pematangsiantar di sejumlah tempat hiburan malam dan hotel pada Sabtu (22/8/2026) mengamankan tiga orang yang diduga positif menggunakan narkotika.
Berdasarkan informasi dan penelusuran tim media Update Group, ketiga orang yang diamankan dari Wisma Davinci tersebut terdiri dari dua pria dan satu wanita. Ketiganya disebut menjalani pemeriksaan dan hasil tes menunjukkan indikasi positif narkotika.
Salah seorang dari tiga orang tersebut disebut merupakan seorang pria beretnis Tionghoa yang menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu yayasan pendidikan di Kota Pematangsiantar.
Informasi tersebut dibenarkan Kasatresnarkoba Polres Pematangsiantar AKP Irwanta Sembiring saat dikonfirmasi secara tertulis, Rabu (26/8/2026).
AKP Irwanta Sembiring mengatakan, ketiga orang tersebut telah menjalani proses asesmen terpadu (TAT) di BNN Kota Pematangsiantar.
“Sudah TAT ke BNN Bg,” jawab AKP Irwanta Sembiring.
Namun, informasi mengenai tindak lanjut terhadap ketiganya menjadi perhatian publik. Pasalnya, ketiga orang tersebut disebut telah terlihat kembali beraktivitas sejak Senin (24/8/2026).
Hingga berita ini ditulis, Kepala BNN Kota Pematangsiantar belum memberikan keterangan terkait proses dan tindak lanjut terhadap ketiga orang tersebut.
Oknum Kepsek Jadi Sorotan
Salah satu dari tiga orang yang diamankan menjadi sorotan karena disebut berprofesi sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah swasta di Pematangsiantar.
Kabar tersebut memunculkan keprihatinan dari kalangan pendidikan. Seorang tokoh pendidikan di Kota Pematangsiantar mendesak pihak yayasan untuk mengambil langkah tegas apabila hasil pemeriksaan resmi memang menyatakan yang bersangkutan positif menggunakan narkotika.
“Kita akan menyurati pihak yayasan untuk memecat oknum kepsek tersebut dan melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai maupun guru di sekolah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, lingkungan sekolah seharusnya menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Ia juga meminta pihak yayasan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan lingkungan sekolah bebas dari penyalahgunaan narkotika melalui pemeriksaan yang sesuai prosedur.
Sementara itu, oknum kepala sekolah yang disebut dalam pemberitaan maupun pihak yayasan belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.
Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan dan memastikan seluruh informasi secara berimbang.(TIM)




