SIMALUNGUN |Update24News.id – Sirene darurat memecah suasana pagi di Lapangan Mako Polres Simalungun, Rabu (22/4/2026) sekira pukul 09.00 WIB. Dalam hitungan detik, suasana berubah tegang. Personel berlarian menuju titik pengamanan, akses keluar-masuk ditutup rapat, dan posisi strategis langsung dikuasai. Ini bukan keadaan nyata, melainkan simulasi “situasi merah” dalam Pelatihan Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) yang digelar Polres Simalungun.
Di balik skenario berisiko tinggi itu, satu kekuatan tampak menonjol: Tim Laser Unit Jatanras Sat Reskrim yang disiapkan sebagai power on hand, kekuatan cadangan reaksi cepat untuk menghadapi kondisi darurat paling ekstrem.
Tim ini ditempatkan di Aula Andar Siahaan sebagai titik siaga. Dalam simulasi, mereka diposisikan sebagai pasukan pemukul terakhir ketika situasi telah berada di ambang kritis. Respons cepat, pergerakan terukur, dan kesiapan tempur menjadi fokus utama yang diuji.
Wakapolres Simalungun, Kompol Imam Alriyuddin, S.H., M.H., yang memimpin langsung jalannya latihan, menegaskan tidak ada ruang untuk kesalahan dalam skenario seperti ini.
“Dalam situasi merah, waktu adalah segalanya. Setiap personel harus bergerak cepat, tepat, dan tanpa ragu. Tim Laser adalah kekuatan yang dipersiapkan untuk merespons dalam hitungan detik,” tegasnya di sela kegiatan.
Simulasi dimulai dari aktivasi Panggilan Luar Biasa (PLB), disusul bunyi sirene tanda darurat. Seluruh akses Mako langsung dikunci. Personel menempati titik vital seperti pintu utama, pintu belakang, lobi, gudang senjata, hingga pos jaga RTP. Sementara itu, Tim Laser tetap siaga penuh, menunggu perintah untuk digerakkan kapan saja.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyebut pelibatan Tim Laser dalam latihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi membangun kekuatan yang terintegrasi.
“Tim Laser Unit Jatanras adalah ujung tombak dalam penanganan kriminalitas berat. Keterlibatan mereka dalam Sispam Mako memastikan seluruh elemen mampu bergerak sinergis saat menghadapi ancaman nyata,” ujarnya.
Pelatihan ini juga berdiri di atas landasan hukum yang jelas, mulai dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, Perkap Nomor 8 Tahun 2021 tentang standar operasional Polri, hingga Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006 tentang pengendalian massa.
Sejumlah pejabat utama turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kabag Ops Kompol M. Manik, Kabag SDM Kompol Manaek Sahala Ritonga, Kabag Log Kompol Pandapotan Butar Butar, serta jajaran perwira dan personel Polsek se-Polres Simalungun.
Lebih dari sekadar latihan rutin, Sispam Mako kali ini menjadi penegasan bahwa kesiapsiagaan bukan jargon. Di tengah dinamika keamanan yang terus berkembang, Polres Simalungun menunjukkan bahwa setiap personel, terutama Tim Laser Jatanras dipersiapkan untuk menghadapi skenario terburuk sekalipun.
“Polri tidak boleh lengah. Kami akan terus berlatih, mengasah kemampuan, dan memastikan kehadiran kami benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup AKP Verry Purba.




