Pematangsiantar |Update24News.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun bersama Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pematangsiantar sukses menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertema Diutus Melintasi Batas: Biografi Marie Claire Barth-Frommel. Kegiatan ini menjadi ruang dialog ilmiah, refleksi iman, sekaligus penguatan semangat pelayanan lintas batas bagi generasi muda, gereja, dan masyarakat luas.

Acara yang digelar di Aula STT HKBP Pematangsiantar pada Selasa (21/4/2026) pukul 14.45 WIB hingga selesai itu juga diikuti peserta secara daring melalui platform Zoom.

Buku Diutus Melintasi Batas mengangkat perjalanan hidup dan pelayanan Marie Claire Barth-Frommel, sosok teolog perempuan yang dikenal karena dedikasi, keberanian, serta kesetiaannya dalam melayani di tengah beragam tantangan budaya, sosial, dan geografis. Kehidupannya menjadi gambaran nyata tentang panggilan untuk melampaui sekat-sekat perbedaan demi menghadirkan kasih, pendidikan, dan pemberdayaan bagi sesama.

Melalui perjalanan panjang pelayanannya, Marie Claire Barth-Frommel menunjukkan bahwa pelayanan bukan sekadar aktivitas keagamaan, melainkan panggilan untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan pergumulan umat, membangun pendidikan, serta memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga menjadi teladan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam perkembangan teologi, pelayanan gereja, dan transformasi sosial.

Nilai-nilai tersebut dinilai relevan bagi generasi muda saat ini. Di tengah dunia yang terus berubah, mahasiswa dan pemuda dipanggil untuk tidak hidup dalam batas kenyamanan pribadi, melainkan berani keluar membawa gagasan, kepedulian, dan pelayanan nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Pdt. Dr. Ester Mariani Rihi Ga hadir sebagai pembicara utama yang membahas isi buku serta relevansi pemikiran dan pelayanan Marie Claire Barth-Frommel bagi gereja dan dunia pendidikan masa kini. Tanggapan turut disampaikan oleh Sahat Sinurat, S.T., M.T., Dr. med. Sarmedi Purba, Sp.OG., dan Pdt. Dr. Sukanto Limbong yang memperkaya diskusi dari sudut pandang sosial maupun profesional. Acara dipandu oleh Marim Purba.

Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara GMKI dan STT HKBP Pematangsiantar untuk membangun tradisi intelektual serta spiritual di kalangan mahasiswa Kristen.

“Bedah buku ini bukan hanya membahas tokoh besar, tetapi juga mengajak kita belajar bahwa pelayanan membutuhkan keberanian untuk melintasi batas-batas egoisme, ketakutan, dan keterbatasan. Itulah semangat yang ingin kami bangun di tengah generasi muda,” ujarnya.

Kolaborasi antara GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan STT HKBP Pematangsiantar diharapkan menjadi sinergi positif antara organisasi kemahasiswaan dan lembaga pendidikan dalam membangun budaya literasi, dialog kritis, serta penguatan karakter generasi muda.

Kegiatan ini berlangsung sukses dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pendeta, akademisi, aktivis, hingga masyarakat umum. Para peserta diajak mengambil inspirasi dari perjalanan pelayanan Marie Claire Barth-Frommel yang menunjukkan bahwa pengabdian sejati mampu melintasi batas ruang, zaman, dan perbedaan.