Update24News.id, Sumut
Maraknya Perjudian berkedok game ketangkasan gelanggang Permainan (Gelper) tembak ikan disebut karena Polres Sergei telah menerima Upeti dari Bandar perjudian tembak ikan tersebut, Nah Lho…
Hal tersebut disampaikan salah seorang warga ketika ditemui awak media diseputaran jalan besar Sei Bamban, kecamatan Sei Bamban, kabupaten Serdang bedagai, Sumatera Utara, Sabtu(10/5).
“Sudah setor mereka ke polres bang, makanya gak ditindak itu,” sebut warga yang mengaku pernah terlibat dalam permainan seperti itu.
Lebih lanjut warga itu mengatakan bahwa setoran bandar untuk polres Sergei itu mencapai puluhan juta rupiah.
“Kudengar 25 juta setoran mereka ke polres agar bisa beroperasi,”ungkapnya.
Ketika disinggung, Apakah setoran sebesar Rp 25 juta tersebut untuk setiap bulan sebagai jaminan agar tidak ditangkap?
“Ya lah bang, mana mungkin ditangkap lagi kalau sudah setor. Paling kalau ada yang ribut di media, ditutup dulu sementara, dan tutup sementara itu atas perintah dari orang polres, kalau tak disuruh gak akan ditutup. Itupun hanya mendinginkan situasi dan nantinya orang polres pura pura melakukan razia lalu di beritakan seolah tidak benar ada perjudian,” tuturnya.
Ditempat terpisah, tepatnya disalah satu warung di seputaran tanjung jati salah seorang ibu paruh baya mengaku sudah resah dengan adanya aktivitas Perjudian itu. Pasalnya, Ia mengaku suaminya jadi sering ikut bermain judi disana dan mengurangi uang belanja ke rumah setiap harinya.
“Sejak buka itu, suamiku kulihat sering kesana dan mengurangi uang belanja. Sementara kebutuhan sehari hari tidak bisa ditunda tunda. Entah kenapa polisi tak mau menutup itu, tolonglah pak sampaikan biar ditutup itu. Apalagi perjudian itu bisa sampai larut malam dan bahkan bisa ditonton anak-anak,” katanya.
“Jangan sampai rusaklah moral anak anak kami karena judi, kasihanlah maunya pak polisi ini, sudah Ekomoni lagi sulit, tambah lagi moral anak rusak karena itu,” tambahnya.
Dulu Sudah pernah ditutup, entah kenapa bisa buka lagi, apa benar polisi ada menerima setoran dari situ?ujar emak emak lainnya.
Emak emak tersebut berharap agar pihak kepolisian benar benar menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, “jangan sampai kami nanti yang turun seperti yang didaerah lain itu,” ucapnya lirih.
Sementara, Kasatreskrim polres Serdang bedagai AKP Donny P Simatupang yang sebelumnya berjanji akan menindak hal itu akhirnya memilih diam saat dikonfirmasi ulang.
Hal yang sama juga dengan Kapolres Serdang bedagai AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu lebih memilih tidak berkomentar terkait perjudian itu.
Dengan Diamnya Kapolres dan Kasatreskrim polres Serdang bedagai itu semakin menguatkan tudingan telah menerima Upeti tersebut.(TIM)





