SAMOSIR |Update24News.id — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Polres Samosir tak ingin kecolongan. Kesiapan pengamanan diuji secara menyeluruh melalui simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar di Tanah Lapang Pangururan, Kamis (30/4/2026) pagi.
Simulasi ini bukan sekadar formalitas. Di bawah komando langsung Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, seluruh personel dipaksa menghadapi skenario terburuk—mulai dari kericuhan akibat kelangkaan BBM hingga pecahnya aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri unsur Forkopimda, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pengamanan May Day bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan satu hal: kesiapan tidak boleh setengah-setengah.
“Simulasi ini untuk memastikan setiap personel memahami peran dan bertindak sesuai prosedur. Penanganan aksi harus profesional, cepat, dan terukur,” tegasnya.
Skenario Memanas: Dari Antrean BBM hingga Aksi Anarkis
Simulasi dimulai dari titik paling krusial, SPBU Pangururan. Antrean panjang akibat kelangkaan BBM memicu emosi warga. Adu mulut dengan petugas tak terhindarkan, situasi memanas, dan kericuhan pun pecah.
Di tahap ini, tim negosiator turun sebagai garda depan meredam konflik. Namun skenario terus berkembang.
Massa kemudian bergerak menuju kantor DPRD Kabupaten Samosir, membawa tuntutan terkait kenaikan harga BBM, pajak, hingga bahan pokok penting. Awalnya damai, tetapi situasi berubah drastis ketika provokasi muncul.
Ban dibakar. Batu dilempar. Fasilitas dirusak.
Di sinilah seluruh tahapan pengendalian massa diuji. Mulai dari Dalmas awal, Dalmas lanjut, hingga tindakan tegas ketika kondisi dinyatakan tak terkendali.
Kapolres turun langsung ke lapangan, memimpin pengendalian dan memberikan imbauan. Namun ketika situasi tak lagi bisa dinegosiasikan, tindakan tegas dan terukur diterapkan—water cannon dan gas air mata dikerahkan untuk membubarkan massa.
Tim Reskrim bergerak cepat mengamankan provokator. Raimas melakukan penyisiran. Tim medis menangani korban. Semua bergerak dalam satu komando.
Bukan Sekadar Latihan, Ini Alarm Kesiapsiagaan
Simulasi yang berakhir pukul 10.30 WIB itu ditutup dalam kondisi aman dan terkendali. Namun pesan yang ingin disampaikan jauh lebih besar: Polres Samosir sedang bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Kasi Humas Polres Samosir, AKP Radiaman Simarmata, menegaskan bahwa latihan ini merupakan langkah antisipatif terhadap potensi situasi kontinjensi, khususnya yang dipicu isu sensitif seperti harga BBM dan kebutuhan pokok.
“Ini bentuk kesiapan kami agar setiap potensi gangguan bisa diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Dengan momentum May Day yang kerap diwarnai aksi massa, Polres Samosir memastikan satu hal—situasi keamanan harus tetap terjaga, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke kawasan Danau Toba.
“Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama. Kami siap,” pungkasnya.




