Update24News.id – Perjudian mesin tembak ikan(Shooting Fish) berkedok gelanggang permainan(Gelper) yang berada di tikungan Amoy, Bandar Baru, kecamatan Pancur Batu, Kian meresahkan masyarakat.

Pasalnya, semakin hari mesin judi tembak ikan itu semakin marak. Seperti hal di tekongan Amoy dan samping Villa Lotus desa Suka Makmur.

Selain perjudian, Di Kedua lokasi tersebut juga diduga marak Peredaran narkotika.

Informasi itu diperoleh dari salah seorang warga saat awak media melakukan penelusuran di dua lokasi tersebut.

 

Ironisnya, Dua lokasi yang diduga menjadi tempat perjudian dan peredaran narkoba kelas kakap yang ada di samping vila lotus dan tekongan amoy tersebut, disebut sebut diduga dibekingi oknum petugas yang juga sekaligus menyalurkan upeti ke pada orang yang berpengaruh di wilayah tersebut untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman.

 

“Hanya orang orang yang beruntung yang tidak resah adanya lokasi peredaran narkoba dan judi di samping vila lotus dan di tekongan amoy tersebut. Kami tau siapa bandar judi dan pengedar narkoba di lokasi tersebut. Kami tidak mampu untuk langsung menutupnya, karena pengelola dua lokasi tersebut diduga orang orang yang memiliki deking yang hebat. Jadi kami merasa konyol aja jika kami yang bertindak sementara ada aparat penegak hukum di negara kita ini,” bebernya Pria mengaku marga Hasibuan itu pada Minggu 8 September 2024 pagi.

 

Padahal Kapolsek Pancur Batu di sejumlah media selalu mengatakan bahwa dirinya tidak akan mentoleransi semua aktifitas perjudian dan narkoba yang ada di wilayahnya. Dia juga menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan amanat Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy JS Marbun,S.I.K. Akan tetapi amanat tersebut pun sepertinya sudah melempem dan tidak di implementasikan lagi oleh Kapolsek Pancur Batu dan jajarannya.

Untuk itu, Hasibuan meminta supaya Polsek Pancur Batu, Polrestabes Medan dan Polda Sumut untuk dapat menindak lanjuti keresahannya, dan bertindak tegas menutup dan menangkap aktifitas perjudian tersebut.

“Saya minta Polsek Pancur Batu, Polrestabes Medan maupun Polda Sumatera Utara agar segera melakukan tindakan tegas kepada pelaku dan pengelolanya,” tegas Hasibuan.

Terpisah, Kapolsek Pancur Batu AKP Krisnat Napitupulu Ketika dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp sampai saat ini, Senin (09/09) lebih memilih diam tak berkomentar.(TIM)