BATU BARA |Update24News.id – Aksi unjuk rasa yang digelar komunitas PERS Batu Bara Bergerak di depan gerbang Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Senin (11/05/2026), berlangsung aman, tertib, dan mendapat pengawalan aparat kepolisian setempat.

Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Aminuddin alias Ucok Kodam. Dalam orasinya, massa aksi melalui Nando Sagala menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat, khususnya terkait dugaan praktik penyimpangan di lingkungan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku.

Massa mendesak Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra untuk turun langsung melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai dugaan praktik ilegal di dalam lapas.

Selain itu, massa juga meminta Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengusut secara transparan dugaan kematian narapidana, termasuk membuka rekam medis, kronologi kejadian, hingga pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.

Dalam tuntutannya, massa aksi juga mendesak pencopotan Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif atas berbagai persoalan yang dinilai terus berulang. Mereka turut meminta evaluasi terhadap jajaran humas lapas yang dianggap gagal menjaga keterbukaan informasi publik.

Tak hanya itu, massa meminta dibentuknya tim investigasi independen guna mengusut dugaan peredaran narkotika, penggunaan telepon seluler ilegal oleh narapidana, praktik wartel modus menit, dugaan rekening penampung transaksi napi, hingga dugaan jual beli kamar dan fasilitas di dalam lapas.

Mereka juga mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan adanya aktor intelektual dan jaringan yang disebut-sebut bermain di balik maraknya peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam orasinya, massa menyebut aksi tersebut bukan bentuk perlawanan terhadap lembaga negara, melainkan gerakan moral masyarakat sipil terhadap dugaan pembiaran sistemik yang dinilai merusak marwah hukum dan rasa keadilan publik.

“Jika penjara justru berubah menjadi ruang nyaman bagi jaringan kejahatan, maka publik berhak mempertanyakan siapa sebenarnya yang sedang dikendalikan,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Massa juga membawa pesan tegas bahwa lapas bukan tempat berkembangnya mafia maupun jaringan narkotika, serta meminta negara hadir menyelamatkan generasi muda Kabupaten Batu Bara dari ancaman narkoba.

Aksi tersebut turut disambut pihak Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dan Kapolsek Talawi. Dalam sambutannya, Kepala Lapas H. Hasibuan menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembenahan dan membuka komunikasi yang lebih baik dengan insan pers di Kabupaten Batu Bara.

Sementara itu, Kapolsek Talawi yang baru bertugas di wilayah tersebut menyatakan akan berupaya membenahi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan lapas.

Sekitar pukul 12.00 WIB, massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan seluruh aspirasi mereka.