SIMALUNGUN |Update24News.id – Aksi nekat dua pencuri anak lembu berakhir dramatis di wilayah hukum Polsek Dolok Batu Nanggar, Selasa (12/5/2026). Menggunakan mobil sedan hitam untuk melancarkan aksinya, kedua pelaku akhirnya tak berkutik setelah dikejar warga, menabrak pengendara motor di jalan raya, lalu dikepung massa yang tersulut emosi.

Di tengah situasi yang nyaris ricuh itu, Kapolsek Dolok Batu Nanggar, AKP Gunawan Sembiring, S.H., turun langsung ke lokasi memimpin pengamanan dan mengambil alih situasi sebelum amukan massa semakin tak terkendali.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa gerak cepat yang dilakukan Kapolsek dan personelnya menjadi bukti kesigapan jajaran Polres Simalungun dalam merespons laporan masyarakat.

“Begitu laporan masuk melalui 110 Call Center Polri, Kapolsek langsung bergerak ke lapangan memimpin penanganan. Ini bukan sekadar respons cepat, tapi bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat saat situasi genting terjadi,” tegas AKP Verry Purba.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WIB di areal perkebunan PTPN IV Unit Laras, Huta II Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas. Supriadi (50), yang sedang menggembalakan ternak, mendadak curiga melihat mobil sedan hitam BK 1271 XO terparkir di tengah areal perkebunan.

Kecurigaan itu ternyata benar. Tak lama kemudian, dua pria keluar dari mobil dan dengan cepat menangkap seekor anak lembu milik warga bernama Jumian, lalu menyeretnya ke bagasi mobil.

Tanpa pikir panjang, Supriadi langsung bergerak. Bersama rekannya, Surianto, ia melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor sambil meneriaki pelaku dan meminta bantuan warga sepanjang jalan.

Kejar-kejaran pun terjadi. Mobil sedan hitam itu melaju kencang membelah jalan perkampungan, menerobos kepanikan warga, dan nyaris mencelakai pengguna jalan lain demi meloloskan diri dari amukan massa yang terus membuntuti mereka.

Namun pelarian itu berakhir di Simpang Pasar Baru Sigagak, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Dalam kondisi panik, mobil pelaku menghantam satu unit sepeda motor Yamaha Vixion BK 5905 TAY hingga membuat kendaraan mereka akhirnya berhenti total.

Warga yang sejak tadi mengejar langsung mengepung mobil. Kedua pelaku ditarik keluar dan sempat menjadi sasaran amarah massa yang geram atas aksi pencurian tersebut.

Situasi memanas.

Sekira pukul 09.29 WIB, laporan darurat masuk ke 110 Call Center Polri. Mendapat informasi itu, AKP Gunawan Sembiring langsung memimpin tim gabungan menuju lokasi di Simpang Pasar Baru, dekat SPBU sebelum pintu masuk Tol Sinaksak.

Saat tiba di lokasi, suasana disebut nyaris tak terkendali. Massa berteriak, pelaku sudah terpojok, sementara arus lalu lintas sempat terganggu akibat kerumunan warga.

“Saat kami tiba, massa sudah sangat emosi. Fokus utama kami adalah menyelamatkan situasi agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri. Kedua pelaku langsung kami amankan secara prosedural,” ujar AKP Gunawan Sembiring.

Dengan sigap, Kapolsek bersama Kanit Jatanras IPTU Ivan Purba, S.H., dan personel gabungan lainnya membentuk pengamanan di sekitar lokasi dan mengevakuasi kedua pelaku dari kepungan massa.

Kedua pelaku diketahui bernama Surono (49), petani warga Huta Dipar, Huta II, Kecamatan Gunung Malela, dan Hendra Syahputra, wiraswasta warga Aman Dari B, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Meski diduga kuat sebagai pelaku pencurian, polisi tetap mengedepankan pendekatan humanis. Keduanya terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Tapian Dolok untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil sedan hitam BK 1271 XO serta seekor anak lembu milik korban yang berhasil diselamatkan.

Kini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun guna pengembangan dan penyelidikan lanjutan.

“Wilayah hukum Polsek Dolok Batu Nanggar bukan tempat aman bagi pelaku kriminal. Kami akan terus hadir cepat, tegas, dan profesional dalam menjaga keamanan masyarakat,” tutup AKP Gunawan Sembiring.