SIMALUNGUN | Update24News.id – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Jembatan Bah Bolum di Huta VIII Kampung Gereja dan Huta IX Saribu Laksa, Nagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Rabu (13/05/2026) pagi.
Di lokasi yang selama ini menjadi jalur vital masyarakat itu, Kapolres Simalungun Marganda Aritonang secara resmi meresmikan perbaikan Jembatan Bah Bolum melalui Program Jembatan Merah Putih Presisi.
Program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan pelindung keselamatan warga hingga ke pelosok desa.
Kasi Humas Polres Simalungun Verry Purba mengatakan, peresmian jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Simalungun dalam menghadirkan Polri yang humanis, responsif, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
“Program Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah wujud nyata bahwa Polri hadir bukan hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat. Kapolres memimpin langsung peresmian ini sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan warga di pelosok Kabupaten Simalungun,” ujar AKP Verry Purba.
Dalam sambutannya, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang menjelaskan bahwa sebelumnya Jembatan Bah Bolum tidak memiliki pembatas pengaman di sisi kiri maupun kanan, padahal di bawah jembatan mengalir sungai dengan kedalaman mencapai 20 hingga 25 meter yang sangat membahayakan pengguna jalan.
“Kami hadir di sini untuk meresmikan perbaikan Jembatan Bah Bolum. Sebelumnya jembatan ini tidak memiliki pengamanan di sisi kiri dan kanan. Sungai Bah Bolum memiliki kedalaman 20 sampai 25 meter dan sangat berbahaya bagi masyarakat yang melintas,” ungkap AKBP Marganda Aritonang.
Melihat kondisi tersebut, Polres Simalungun bersama masyarakat bergerak cepat melakukan pembangunan pembatas jembatan menggunakan besi holo sebagai langkah preventif demi keselamatan warga, khususnya saat malam hari ketika kondisi penerangan masih minim.
“Polri hadir memberikan solusi dengan membantu membuat pembatas menggunakan besi holo agar masyarakat terhindar dari kecelakaan dan dapat melihat batas aman jembatan. Syukur Alhamdulillah hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan, namun langkah pengamanan ini tetap harus dilakukan agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat melintas, terutama pada malam hari,” tambahnya.
Perbaikan jembatan dilakukan secara gotong royong antara Polri dan masyarakat selama kurang lebih satu bulan. Hasilnya, jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 3,5 meter kini berdiri lebih kokoh dan aman untuk digunakan masyarakat sebagai akses utama penghubung antarwilayah di Nagori Tangga Batu.
Kegiatan peresmian turut dihadiri Kapolsek Tanah Jawa Banuara Manurung, Camat Hatonduhan Bil Morgan Girsang, Pangulu Nagori Tangga Batu Hendro Putra Silalahi, perangkat nagori, para gamot dari Huta I hingga Huta X, serta masyarakat yang hadir dengan penuh antusias dan rasa syukur.
Warga setempat pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Simalungun atas perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat desa yang selama ini mendambakan akses jembatan yang aman.
Program Jembatan Merah Putih Presisi sendiri disebut sebagai tindak lanjut arahan Kapolri dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara Polri dan warga dalam membangun desa.
“Mari bersama-sama kita jaga kamtibmas yang aman dan kondusif. Polres Simalungun akan terus hadir, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra pembangunan masyarakat Kabupaten Simalungun,” tutup AKBP Marganda Aritonang.




