Sumut, Update24News.id – Praktik perjudian berkedok Game Ketangkasan meja mesin tembak ikan (shooting fish) kembali marak di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Praktik perjudian itu pun bertumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan. Pertumbuhan Praktik Judi itu diduga akibat lemahnya pengawasan dan penindakan oleh Polres Serdang Bedagai, Polda Sumatera Utara.

Padahal, Presiden Prabowo sejak dilantik sudah menegaskan agar Aparat Kepolisian tidak ragu untuk memberantas segala praktik yang meresahkan masyarakat, seperti Narkoba, Judi dan Premanisme.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dihadapan publik dan didampingi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Pemberantasan praktik perjudian itu juga merupakan salah satu program Asta cita Presiden Prabowo.

Meski telah diperintahkan Kepala Negara, namun polres Serdang Bedagai, Polda Sumatera Utara sepertinya tidak menghiraukan perintah Presiden Prabowo tersebut.

Pasalnya, sampai saat ini, praktik perjudian berkedok ketangkasan dan judi togel yang sudah meresahkan masyarakat itu masih terus berlangsung tanpa adanya tindakan serius dari Polres Serdang Bedagai.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga bermarga Manurung ketika ditemui di seputaran tanjung beringin, Serdang Bedagai, Senin(29/9).

Manurung menyebutkan, praktik perjudian berkedok game ketangkasan itu kian menjamur karena Polres Sergei tidak serius bertindak.

“Judi tembak ikan ini menjamur diakibatkan lemahnya pengawasan dan penindakan yang dilakukan polres Sergai. Bahkan patut diduga polres Sergai mendapat keuntungan dari praktik perjudian ini,” kata Manurung.

Lebih lanjut Manurung menjelaskan, bahwa polres Sergai dan penyedia arena perjudian itu terkesan sudah bekerjasama. Sebab, menurutnya jika ada sorotan dari Media, maka penyedia akan menutup sementara sebelum Petugas kepolisian tiba dilokasi.

“Pengelola dan polres sepertinya sudah kerjasama. Karena kalau ada muncul pemberitaan di media, maka pengelola akan menutup dan menyembunyikan sementara meja mesin tembak ikan itu sebelum petugas tiba dan foto foto di lokasi. Lalu setelah petugas beranjak dari lokasi yang disoroti, mereka buka kembali. Sementara pihak kepolisian akan membuat berita bahwa dilokasi yang disebut dalam pemberitaan tidak ditemukan aktivitas perjudian,” ungkapnya.

Dari penelusuran beberapa awak media, ditemukan Praktik Perjudian berkedok game ketangkasan di wilayah Tanjung beringin, Sei Bamban, Kampung kalapa, sei belutu dan daerah lainnya.

Sementara, Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Jhon Heri Rakutta Sitepu yang berulang kali dikonfirmasi melalui WhatsApp kerap memilih bungkam.

Kini masyarakat, khususnya kaum ibu rumahtangga berharap agar Polda Sumut maupun mabes Polri untuk membentuk Tim khusus memberantas praktik perjudian di Kabupaten Serdang Bedagai. Sebab jika praktik judi tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan merusak moral dan perekonomian masyarakat sekitar. Bahkan lebih dikhawatirkan perjudian itu jadi pemicu meningkatnya angka kriminal seperti pencurian dan Begal yang dapat merusak kehidupan sosial masyarakat setempat.

Sampai berita ini disiarkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto belum berhasil dimintai tanggapannya perihal Praktik Perjudian di wilayah hukum polres Serdang Bedagai tersebut.(TIM)