BATU BARA,Update24News.id – Gerakan Pemuda Batu Bara (GPBB) meminta kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan(Imipas), untuk segera mengevaluasi jabatan Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku.

Pasalnya, baru baru ini telah terjadi insiden pemukulan terhadap Warga binaan yang dilakukan oleh pengunjung lapas tersebut.

Peristiwa itu terjadi tepatnya pada tanggal 7 Oktober 2025. Dan Pemukulan itu telah dilaporkan oleh keluarga korban kepada pihak kepolisian.

Laporan Pemukulan itu terregistrasi dengan nomor, STPL/B/216/X/2025/SPKT/Sek. L Ruku/Res. B. Bara/POLDA SUMUT.

Hal itu disampaikan oleh R. Sinaga Selaku ketua Gerakan Pemuda Batu Bara(GPBB) dan didampingi sekretaris jenderal Edy Sahputra, S.com saat bertemu dengan awak media di Warkop Wak Alang, kecamatan Talawi, kabupaten batu bara, Senin(13/10/2025.

Lebih lanjut R Sinaga menyampaikan peristiwa pemukulan itu sangat mengejutkan bagi publik.

“Pelaku penganiayaan diduga adalah pengunjung berinisial RD alias KW yang sempat viral di Media Online. Ini kan sangat mengejutkan kita, kok bisa?,” Ujar Bung Naga.

Selanjutnya, R Sinaga menyoroti Kepemimpinan S. Berutu, selaku Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku.

“Kepemimpinan kalapas, S. Berutu ini sangat diragukan dari disiplin dan peraturan yang ada di lapas tersebut,” ujarnya.

R Sinaga juga mengingatkan kembali  peristiwa kerusuhan di lapas labuhan ruku pada tahun 2013 silam. Dimana lapas tersebut dipimpin oleh S. Berutu juga.

“Saya teringat kembali pada 18 Agustus 2013, terjadi kerusuhan dan pembakaran di lapas kelas IIA Labuhan Ruku akibat over kapasitas. Saat itu dipimpin oleh S.Berutu,”imbuhnya.

Atas hal itu, R Sinaga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Untuk itu, Ia meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan agar segera mengevaluasi keberadaan jabatan Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku.

“Kita khawatir kejadian lampau terulang kembali. Maka untuk itu, kami meminta Kementerian IMIPAS, agar segera mengevaluasi keberadaan Jabatan Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku,” tegasnya.

Sementara, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, yang hendak dikonfirmasi melalui Humas bernama M.Risky Lubis di nomor WhatsApp +62 812-7989…tidak dapat tersambung. Sampai berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan dari Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku.(TIM)