MEDAN, Update24News.id – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan digital menggunakan Fake BTS atau Base Transceiver Station (BTS) palsu. Teknologi tersebut dapat meniru jaringan seluler resmi dan berpotensi membuat ponsel di sekitarnya terhubung tanpa disadari pengguna.

 

Fake BTS dapat dimanfaatkan oleh pelaku untuk berbagai aksi kejahatan digital, mulai dari menyebarkan SMS penipuan dan phishing hingga mengarahkan korban ke tautan atau layanan palsu yang dapat digunakan untuk mencuri data pribadi.

 

Modus ini menjadi semakin berbahaya karena pesan yang diterima korban dapat dibuat seolah-olah berasal dari bank, perusahaan, atau instansi resmi. Kondisi tersebut dapat membuat korban percaya dan mengikuti instruksi yang diberikan.

 

Dalam sejumlah modus penipuan, pelaku juga dapat berupaya memanipulasi atau mengeksploitasi pesan yang berkaitan dengan transaksi keuangan, termasuk komunikasi yang memuat kode OTP (One-Time Password).

 

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap pesan yang masuk secara tiba-tiba, terutama jika meminta pengguna mengeklik tautan, memberikan data pribadi, atau menyerahkan kode OTP.

 

Jangan sembarangan mengeklik tautan dan jangan pernah membagikan OTP, PIN, kata sandi maupun data pribadi, meskipun pesan tersebut mengatasnamakan bank atau lembaga resmi.

Atas hal itu, Polri mengimbau masyarakat melakukan pengecekan melalui kanal resmi, Selasa (06/10).

“Jika menerima pesan mencurigakan, masyarakat sebaiknya melakukan pengecekan melalui kanal resmi milik bank, operator seluler, atau instansi yang disebutkan dalam pesan. Hindari menghubungi nomor atau mengeklik tautan yang diberikan dalam pesan tersebut sebelum kebenarannya dipastikan.”

 

Kewaspadaan menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan digital. Dengan mengenali ciri-ciri penipuan dan menjaga kerahasiaan data pribadi, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban.

 

Kenali modusnya, lindungi data pribadi, dan jangan mudah percaya. Keamanan digital dimulai dari kewaspadaan setiap pengguna.(Red)