SIMALUNGUN, Update24News.id – Ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara. Melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), kepolisian memperkuat edukasi kepada pelajar dengan menanamkan kesadaran akan bahaya narkoba, pentingnya disiplin, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bijak.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Wakapolres Simalungun, KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., sebagai pembina upacara di SMP-SMA Swasta Assisi, Jalan Asahan No. 545 KM 6, Pantoan Maju, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Senin (19/10/2026), sekitar pukul 07.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres hadir mewakili Kapolres Simalungun, AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya kepolisian mendekatkan diri dengan dunia pendidikan sekaligus membangun benteng pencegahan narkoba sejak dini.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan generasi muda melalui pendekatan edukatif dan humanis.

“Ini adalah wujud nyata Polri untuk masyarakat. Polres Simalungun Polda Sumatera Utara berkomitmen berintegritas dan humanis dalam melayani, bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar AKP Verry Purba saat dikonfirmasi, Senin malam.

Dalam amanatnya, Wakapolres Simalungun menekankan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan prestasi akademik, dan memutus masa depan generasi muda.

Para pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan yang berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun persoalan hukum.

“Wakapolres sangat menekankan bahaya narkoba kepada adik-adik pelajar. Narkoba merusak kesehatan fisik dan mental, menghancurkan cita-cita, serta membawa seseorang pada persoalan hukum. Pelajar harus berani berkata tidak,” tegas AKP Verry Purba.

Menurutnya, pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi sejak dini, pengawasan keluarga, peran aktif sekolah, serta kepedulian masyarakat diperlukan untuk mempersempit ruang penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan generasi muda.

Karena itu, para pelajar diimbau untuk selektif dalam memilih pergaulan, aktif mengikuti kegiatan positif, serta segera melapor kepada guru, orang tua, atau kepolisian apabila mengetahui adanya indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

“Kami mengajak pelajar memilih pergaulan yang sehat. Jika melihat atau mengetahui ada peredaran narkoba, jangan takut melapor kepada guru, orang tua, atau Polri,” ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada pencegahan narkoba, Polres Simalungun juga mendorong peningkatan literasi kecerdasan buatan atau AI di kalangan pelajar.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelajar dinilai perlu memiliki pemahaman yang memadai agar mampu memanfaatkan AI untuk menunjang pembelajaran, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan diri.

Namun, pemanfaatan teknologi juga harus disertai tanggung jawab. Pelajar perlu memahami risiko penyalahgunaan AI, penyebaran informasi palsu, serta penggunaan teknologi yang tidak sesuai dengan etika.

“Literasi AI penting dikenalkan sejak dini agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar dan berkarya, sekaligus paham risiko dan etikanya,” kata AKP Verry Purba.

Melalui edukasi tersebut, Polres Simalungun berharap para pelajar tidak hanya terhindar dari pengaruh negatif lingkungan, tetapi juga mampu menghadapi tantangan era digital dengan pengetahuan, karakter, dan tanggung jawab.

AKP Verry Purba menegaskan bahwa program Polisi Peduli Pendidikan merupakan salah satu upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung peran guru dan orang tua dalam membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, serta memiliki kesadaran hukum.

Polres Simalungun berharap kolaborasi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat semakin kuat sehingga pencegahan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial.

“Kami berharap sinergi antara Polri, sekolah, orang tua, dan masyarakat semakin kuat. Bersama-sama kita selamatkan generasi muda dari narkoba dan wujudkan Simalungun yang aman, kondusif, dan bebas narkoba,” pungkas AKP Verry Purba.

Melalui program POLIDIK, Polres Simalungun menegaskan pentingnya pendidikan karakter, pencegahan narkoba, dan literasi digital sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.(Ril/Red)