SIMALUNGUN |Update24News.id – Menjelang 1 Mei 2026, Polres Simalungun memilih tidak mengambil risiko. Kesiapan tidak hanya diucapkan, tetapi dilatih, diuji, dan dipastikan langsung di lapangan. Rabu (29/4/2026), ratusan personel turun ke Lapangan Mako Polres Simalungun untuk mengikuti Pelatihan Pengendalian Massa (Dalmas) yang berlangsung sejak pagi hingga selesai.

Barisan personel dari berbagai satuan dan Polsek jajaran tampak bergerak serempak. Formasi dibangun, dibongkar, lalu dibangun kembali. Instruksi diberikan cepat, direspons lebih cepat. Tidak ada ruang untuk ragu. Setiap gerakan dilatih agar menjadi refleks saat situasi nyata terjadi.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bentuk kesiapan yang nyata, bukan sekadar agenda rutin.

“Ini bukan formalitas. Kami ingin memastikan setiap personel benar-benar siap secara fisik, mental, dan pemahaman prosedur,” ujarnya.

Latihan dipimpin langsung oleh Wakapolres Simalungun, KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H. Kehadirannya di tengah lapangan menjadi sinyal tegas: pengamanan bukan sekadar perintah dari atas, tetapi tanggung jawab yang diawasi langsung.

“Situasi di lapangan bisa berubah dalam hitungan detik. Personel harus sigap, terukur, dan tidak salah langkah,” tegasnya.

Sejumlah pejabat utama turut hadir, mulai dari Kabag Ops, Kabag Log, hingga Kasat Samapta AKP Heddy Marpaung. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi memastikan setiap tahapan latihan berjalan sesuai standar.

Di balik latihan ini, ada landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian hingga berbagai Perkap terkait pengendalian massa dan penggunaan kekuatan. Artinya, setiap tindakan yang diambil di lapangan nantinya bukan hanya cepat, tetapi juga sah dan terukur.

AKP Heddy Marpaung menekankan bahwa Dalmas bukan sekadar kesiapan sesaat.

“Ini pembentukan kemampuan jangka panjang. Personel harus terbiasa dengan tekanan, paham formasi, dan mampu mengendalikan situasi tanpa berlebihan,” katanya.

Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan sederhana, namun tegas: negara tidak akan absen.

Polres Simalungun memastikan bahwa peringatan May Day akan tetap berjalan dengan pengamanan yang profesional, humanis, dan bertanggung jawab. Tujuannya satu, agar ruang publik tetap aman, tertib, dan kondusif bagi semua.

Karena di lapangan, kesiapan bukan soal wacana. Ia harus hidup dalam setiap langkah.