PEMATANGSIANTAR | Update24News.id – Polres Pematangsiantar berhasil mengungkap puluhan kasus narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat sebagai bentuk komitmen aparat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kota Pematangsiantar.

 

Meski demikian, sejumlah pihak menilai keberhasilan pengungkapan kasus tidak cukup hanya diukur dari banyaknya tersangka yang diamankan. Mereka mendorong agar setiap perkara yang terungkap dapat dikembangkan hingga menyentuh jaringan pemasok maupun bandar besar yang diduga menjadi aktor utama peredaran narkotika.

 

Try Aditya Selaku Ketua Penggerak Gerakan Reformasi Polri Peduli Masyarakat (GRPPM) menilai pengungkapan terhadap pengguna, kurir maupun pengedar tingkat bawah seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

 

“Kita mengapresiasi pengungkapan puluhan kasus narkoba yang dilakukan Polres Pematangsiantar. Namun masyarakat juga berharap setiap kasus dapat dikembangkan hingga mengungkap jaringan dan bandar yang berada di belakangnya. Pemberantasan narkoba akan lebih efektif apabila menyentuh aktor utama dalam rantai peredaran,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

 

Menurutnya, harapan tersebut semakin mengemuka setelah adanya pengungkapan kasus dugaan kurir sabu dengan barang bukti dalam jumlah besar. Ia menilai kasus-kasus seperti itu umumnya memiliki keterkaitan dengan jaringan yang lebih luas sehingga masyarakat menantikan hasil pengembangan penyidikan dari aparat penegak hukum.

 

Pengungkapan terhadap bandar maupun penerima akhir narkotika, lanjutnya, menjadi salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas penanganan perkara narkoba. Sebab, tanpa pemutusan rantai distribusi di tingkat pemasok, peredaran narkoba dikhawatirkan akan terus berulang meskipun pelaku lapangan berhasil ditangkap.

 

Di sisi lain, masyarakat juga berharap kepolisian dapat menyampaikan perkembangan hasil penyidikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Polres Pematangsiantar terkait sejauh mana pengembangan terhadap kasus-kasus yang diungkap selama Operasi Antik Toba 2026, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan peredaran narkotika yang lebih besar.

 

Ditempat terpisah, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak yang dikonfirmasi Via Pesan WhatsApp, lebih memilih enggan memberikan tanggapannya.

 

Publik kini menantikan langkah lanjutan aparat kepolisian, tidak hanya dalam mengungkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar jaringan yang menjadi sumber utama peredaran narkoba di Kota Pematangsiantar dan sekitarnya.(TIM)