Update24News.id, Siantar – Peredaran Narkoba yang di Gg Cumi-cumi Siantar, yang dikabarkan dikendalikan oleh NS dan merupakan Residivis narkoba, sampai saat ini masih terus berlangsung bebas.
Padahal informasi peredaran narkoba itu sudah viral melalui pemberitaan di berbagai media online.
Meski sudah viral karena meresahkan masyarakat. Namun Peredaran Narkoba tersebut belum juga ditindak tegas oleh pihak terkait, bahkan seolah mendapat restu dan kebal hukum.
Beberapa orang warga sekitar yang ditemui menyampaikan keresahannya atas Peredaran Narkoba itu.
“Sudah tidak nyaman kami warga disini sejak adanya peredaran narkoba. Setiap hari kami terus dihantui kekhawatiran karena takut anak kami ikut terjerumus ke lingkaran hitam narkoba itu.”
Dia mengatakan bahwa warga tidak bisa berbuat banyak untuk melarang, karena mereka takut terancam tindakan yang tak diinginkan dari para pelaku.
“Kami mana berani melarangnya. Karena kalau kami melarangnya, takutnya terjadi kepada kami hal yang tak diinginkan. Seperti pelemparan rumah, atau bahkan bisa yang lebih parah,” ucapnya dengan cemas.
Warga yang meminta namanya disamarkan itu berharap agar pihak terkait segera menangkap NS dan jaringannya. Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya Gg Cumi-cumi sudah bersih dari peredaran Narkoba.
“Ya kami hanya berharap agar polisi secepatnya menangkap NS dan para anggotanya. Jangan hanya pemakai yang ditangkap. Karena pemakai sabu itu sebenarnya korban dari mereka. Kalau mau nangkap ya bandarnya NS lah ditangkap biar aman lagi kampung kami ini,” ujarnya lirih, Jumat (12/9)
Berdasarkan penelusuran tim media ini, diperoleh informasi bahwa Bigbos peredaran narkoba di Gg Cumi-cumi berinisial Naldoo Sihombiing. Dalam menjalankan bisnis haram itu, Naldoo Sihombiing disebut memberdayakan AGP sebagai kepercayaan untuk menyalurkan sabu tersebut ke anggota pengedar.
“Naldoo mempercayakan AGP sebagai pembagi buah( istilah sabu-red). Jadi, dari gudang, AGP mengambil buah lalu disebarkan kepada penjaga loket, ini Agp langsung yang ngomong samaku,” sebut sumber terpercaya.
Dijelaskan sumber, dengan gamblang AGP memberitahukan wilayah Peredaran Narkoba yang dikuasai Naldoo Sihombiing.
“Agp langsung cerita samaku, bahwa dia kepercayaan Naldoo untuk membagi buah ke Gg Cumi-cumi, Lorong 7 Parluasan, jalan Seram dan di belakang SMP Negeri 2 Siantar,” tuturnya saat ditemui di salah satu warung kopi di seputaran kota Pematangsiantar.
Sementara, Polres Pematangsiantar yang telah berulangkali diberikan informasi perihal tersebut melalui Kasat Resnarkoba AKP Irwanta Sembiring tak kunjung melakukan penangkapan.
Akibat Naldoo tak kunjung ditangkap, menimbulkan kecurigaan masyarakat terhadap kinerja sat Resnarkoba Polres Pematangsiantar.
Bahkan, tindakan Penangkapan para pengguna narkoba yang dilakukan polres Pematangsiantar diduga hanya cipta Kondisi untuk menyenangkan masyarakat.
“Pengguna yang ditangkapi itu hanya sebagai cipta Kondisi. Kalau memang mereka serius, kenapa bukan Naldoo yang ditangkap. Siapa lagi yang tak tau Naldoo Sihombiing sebagai Bandar besar narkoba di Siantar ini. Apalagi itu sudah ada pengakuan anggotanya yang menjadi orang Kepercayaannya,” tandas seorang warga lainnya.
Kini masyarakat meminta kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan agar segera menurunkan tim khusus menangkap Kartel Naldoo Sihombiing.
“Melalui media ini, kami memohon kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara untuk secepatnya menurunkan Tim Khusus dan menangkap Naldoo Sihombiing alias NS. Apalagi kita ketahui mertua Kapolda Sumut ini adalah warga Siantar – Simalungun ini juga,” tutupnya.
Sampai berita ini dipublikasikan, belum diperoleh keterangan resmi dari Naldoo Sihombiing maupun Kapolda Sumatera Utara. Namun sebelumnya melalui pemberitaan sudah disampaikan kepadanya.
Kasat Resnarkoba AKP Irwanta Sembiring yang sebelumnya dikonfirmasi via WhatsApp, Lebih memilih bungkam.(Tim)




