SIMALUNGUN, Update24News.id – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Siantar–Medan, tepatnya di Simpang Afdeling III, Nagori Melangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026) dini hari. Korban diduga meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang mengarah pada dugaan tabrak lari.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Polres Simalungun melalui personel Polsek Dolok Batu Nanggar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas), dan Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim bergerak cepat melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk mengamankan lokasi, memeriksa kondisi sekitar, serta mengevakuasi jenazah.
Selain menyelidiki penyebab kematian korban, kepolisian kini berupaya mengungkap identitas pria tersebut agar pihak keluarga dapat segera ditemukan. Pemeriksaan sidik jari melalui sistem identifikasi kepolisian menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk menelusuri identitas korban.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, menjelaskan bahwa penanganan cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika menghadapi peristiwa yang membutuhkan penanganan segera.
“Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Respons cepat ini adalah wujud komitmen Polres Simalungun dalam menjalankan tugas dengan penuh integritas dan humanis,” ujar AKP Verry Purba.
Menurut AKP Verry Purba, peristiwa itu diketahui pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 00.45 WIB. Saat itu, seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya ditemukan tergeletak di pinggir jalan lintas Siantar–Medan, di kawasan Simpang Afdeling III, Nagori Melangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Lokasi penemuan tersebut berada di jalur lalu lintas yang menghubungkan kawasan Pematangsiantar dengan Medan. Penemuan korban pada dini hari menjadi perhatian petugas, terutama untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi serta mengumpulkan petunjuk yang dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut.
“Sekitar pukul 00.45 WIB, ditemukan seorang laki-laki tidak dikenal tergeletak di pinggir jalan lintas Siantar–Medan. Korban diduga sementara merupakan korban tabrak lari,” ungkapnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan bercak darah di permukaan aspal serta jejak yang diduga berkaitan dengan tubuh korban yang terseret.
Temuan tersebut menjadi bagian dari petunjuk awal yang perlu didalami untuk mengetahui bagaimana peristiwa itu terjadi. Meski demikian, dugaan tabrak lari masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban, jenis kendaraan yang terlibat, serta kemungkinan adanya pengemudi yang meninggalkan lokasi setelah kejadian.
Setelah menerima informasi mengenai penemuan mayat tersebut, personel Polsek Dolok Batu Nanggar yang dipimpin Kapolsek Iptu Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., segera menuju lokasi kejadian.
Di TKP, personel kepolisian berkoordinasi dengan unit kecelakaan lalu lintas dan Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun untuk melakukan penanganan sesuai tugas masing-masing.
Langkah tersebut meliputi pengamanan lokasi, pemeriksaan awal terhadap kondisi di sekitar korban, serta pengumpulan petunjuk yang berpotensi membantu proses penyelidikan.
Koordinasi antarsatuan diperlukan agar penanganan tidak hanya berfokus pada evakuasi jenazah, tetapi juga mendukung pengungkapan penyebab kejadian dan penelusuran pihak yang mungkin terlibat.
“Personel langsung berkoordinasi dengan unit Laka Lantas dan Tim Inafis untuk melakukan penanganan di lokasi, mulai dari pengamanan TKP hingga evakuasi korban,” terang AKP Verry Purba.
Setelah proses penanganan di lokasi, jenazah kemudian dibawa dan dititipkan di ruang jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar.
Penitipan tersebut dilakukan sembari kepolisian berupaya memastikan identitas korban dan mencari informasi mengenai kemungkinan adanya anggota keluarga yang kehilangan kerabat.
Salah satu kendala dalam penanganan kasus ini adalah belum diketahuinya identitas korban. Tanpa identitas yang jelas, kepolisian perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan siapa korban dan menelusuri pihak keluarga yang dapat dihubungi.
Untuk itu, Tim Inafis melakukan pemeriksaan daktiloskopi atau identifikasi melalui sidik jari. Proses tersebut dilakukan dengan memanfaatkan perangkat Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis) Polri untuk membantu mencocokkan data biometrik korban dengan basis data identitas kependudukan yang tersedia.
Melalui pemeriksaan tersebut, petugas berupaya memperoleh petunjuk yang dapat mengarah pada identitas korban. Jika identitas berhasil diketahui, informasi itu diharapkan dapat membantu kepolisian menghubungi keluarga sekaligus memastikan penanganan jenazah selanjutnya.
Namun, hingga berita ini ditulis, identitas korban belum diketahui berdasarkan keterangan yang disampaikan kepolisian.
Karena itu, masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat laki-laki dan belum diketahui keberadaannya diimbau segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu proses pencocokan informasi.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar, Iptu Rido V. Pakpahan, menyampaikan bahwa penanganan perkara tersebut dilimpahkan kepada Satlantas Polres Simalungun karena berkaitan dengan dugaan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Kejadian itu ditangani Satlantas karena korban meninggal diduga korban tabrak lari,” kata Iptu Rido.
Selanjutnya, Satlantas Polres Simalungun akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menyusun kronologi kejadian berdasarkan bukti dan keterangan yang berhasil dihimpun.
Penyelidikan tersebut juga diarahkan untuk menelusuri kendaraan yang diduga terlibat, mengidentifikasi pengemudinya, serta mengetahui apakah terdapat saksi yang melihat langsung kejadian atau memiliki informasi sebelum dan sesudah korban ditemukan.
Petunjuk yang ditemukan di lokasi, termasuk bercak darah dan jejak yang diduga berkaitan dengan tubuh korban, menjadi bagian dari bahan pemeriksaan. Namun, seluruh petunjuk tersebut tetap perlu dianalisis dan dikaitkan dengan keterangan lain agar kesimpulan mengenai penyebab kejadian dapat diperoleh secara tepat.
Kepolisian juga diharapkan dapat menelusuri informasi dari masyarakat di sekitar lokasi untuk membantu memperjelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Hingga saat ini, dugaan tabrak lari masih menjadi salah satu kemungkinan yang diselidiki. Kepastian mengenai penyebab kejadian dan pihak yang bertanggung jawab menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Di tengah upaya penyelidikan, AKP Verry Purba mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat agar segera menghubungi Polsek Dolok Batu Nanggar, Satlantas, atau Polres Simalungun.
Masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas korban maupun mengetahui aktivitas atau kejadian di sekitar Simpang Afdeling III, Nagori Melangir I, pada Rabu dini hari juga diminta menyampaikan informasi kepada petugas.
Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu mempercepat proses identifikasi sekaligus memberikan petunjuk tambahan untuk mengungkap dugaan kecelakaan tersebut.
“Kami mengajak masyarakat membantu proses penyelidikan dengan menyampaikan informasi sekecil apa pun. Polri akan terus hadir melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” tutup AKP Verry Purba.
Kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban dan mendalami dugaan tabrak lari tersebut. Masyarakat diharapkan turut membantu agar identitas korban segera diketahui, keluarga dapat memperoleh kepastian, dan peristiwa yang merenggut nyawa tersebut dapat diungkap berdasarkan hasil penyelidikan.(Ril)






