PEMATANGSIANTAR, Update24News.id — Seorang karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berinisial GGHN (18), warga Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, disambar kereta api saat menjalankan tugas di perlintasan Jalan Tambun Timur, Kelurahan Tambun Nabolon, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

 

Personel piket Polsek Siantar Martoba bersama personel Samapta Polres Pematangsiantar langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

 

Kapolsek Siantar Martoba IPTU Edy J.J. Manalu, SH, MH, mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula ketika kereta api yang membawa tangki minyak Pertamina melaju dari arah Kota Pematangsiantar menuju Kota Medan.

 

Saat mengetahui kereta api akan melintas, korban yang sedang bertugas di lokasi bermaksud melakukan dokumentasi dan pelaporan kegiatan melalui telepon seluler.

 

Namun, korban diduga berada terlalu dekat dengan jalur kereta api. Saat rangkaian kereta melintas, tubuh korban tersambar bagian badan kereta hingga terpental.

 

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala sebelah kanan, tepatnya di belakang telinga, serta mengeluhkan sakit pada bagian dada sebelah kiri.

 

Warga yang mengetahui kejadian kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Murni Teguh Horas Insani, Jalan Medan Km 2,5, Kecamatan Siantar Martoba.

 

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Siantar Martoba yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Leo A. Tambunan, SH, bersama personel Pamapta Polres Pematangsiantar langsung melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Petugas selanjutnya juga mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.

 

“Korban dalam kondisi sadar, namun masih menunggu hasil rontgen dari pihak rumah sakit. Pihak keluarga korban juga tidak merasa keberatan atas kejadian tersebut karena biaya pengobatan sudah ditanggung pihak PT KAI,” ujar IPTU Edy.

 

Hingga kini, korban masih menjalani pemeriksaan dan penanganan medis di rumah sakit.