BATU BARA,Update24News.id –  Gelombang pasang laut di perairan lautan batu bara menerjang sampan Nelayan yang mengakibatkan dua nelayan ikut tenggelam.

Bahkan satu orang Nelayan dikabarkan hilang tenggelam bersama sampan yang ditumpangi untuk mencari ikan di laut.

Kabar Nelayan tenggelam itu beredar luas di masyarakat kecamatan Medang deras dan kecamatan Nibung Hangus hingga sampai ke telinga bupati batu bara, kamis(23/10).

Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, yang mendengar kabar tersebut langsung cepat tanggap dan memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten batu bara untuk melakukan pencarian.

Selanjutnya, Tim BPBD bersama Tim Gabungan Basarnas Tanjung Balai Asahan, Danpos AL, Polairud dibantu masyarakat melakukan pencarian.

Dari hasil pencarian yang dilakukan tim gabungan tersebut menemukan satu orang Nelayan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala BPBD Batu Bara, Ilyas,S.Pd.,M.Si, membenarkan penemuan itu.

“Alhamdulillah pak, Tim BPBD bersama tim Gabungan Basarnas Tba,Danposal Al,Pol Airud juga di bantu masyarakat, akhirnya telah di temukan Seorang dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya melalui telepon selulernya.

Adapun, nelayan korban meninggal dunia yang ditemukan tersebut yakni nelayan bernama Samsul Komarudin(51), warga desa lalang, kecamatan Medang deras, kabupaten batu bara.

Kronologis Kejadian

Pada hari kamis tanggal 23 oktober 2025, samsul komarudin pergi melaut memakai sampan jaring ciput di perairan kuala tanjung. Namun, pada pukul 15.00 wib, terjadi cuaca buruk gelombang air laut tinggi dan angin kencang di perairan kuala Tanjung. Akibat cuaca buruk itu, sampan yang di tumpangi korban terombang ambing di laut dan menyebabkan korban bernama samsul komarudin jatuh ke laut pukul 16.00 wib dan tidak bisa di temukan lagi.

Korban Ditemukan berjarak 2 Mil dari Bibir Pantai.

Pencarian yang dilakukan Tim Gabungan bersama masyarakat membuahkan hasil. Korban, Samsul Komarudin (51) berhasil dievakuasi dari daerah perairan Kuala Tanjung sekitar 2 Mil dari Bibir Pantai, pada Jumat,(24/10) sekitar pukul 13:35 wib.

“alhamdulilah tim gabungan berhasil menemukan korban bernama samsul komarudin pada hari jumat tgl 24 oktober 2025 pukul 13.35 wib di sekitaran 2 mil dari bibir pantai di perairan kuala Tanjung kabupaten batu bara dalam keadaan meninggal dunia dan langsung di antarkan ke rumah duka,” kata Ilyas.

Lebih lanjut Ilyas mengatakan bahwa pihaknya juga mendapat laporan dari masyarakat Nibung Hangus yang mengatakan warganya hilang saat melaut.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim gabungan Basarnas kembali bergerak melakukan pencarian.

Menurut laporan yang diterima BPBD, Pada hari kamis, tanggal 23 oktober 2025, irwan pergi melaut memakai sampan jaring selapis di perairan bagan batak,pukul 13.00 wib. Namun Irwan tidak seperti biasanya tidak pulang.

Tim Gabungan Basarnas yang melakukan pencarian menemukan Irwan terombang ambing di perairan silo baru kabupaten Asahan.

Menurut keterangan Irwan kepada tim gabungan Basarnas menyampaikan bahwa dirinya terombang ambing hingga ke perairan silo kabupaten Asahan karena sampan yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin. Sehingga menyebabkan korban hanyut bersama sampannya dan terbawa arus hingga ke perairan silo baru Asahan.

“Alhamdulillah, tim gabungan berhasil menemukan korban bernama irwan pada hari jumat tgl 24 oktober 2025 pukul 13.30 wib di sekitaran perairan silo baru kabupaten asahan dalam keadaan hidup,” tandas Ilyas.

Masyarakat Apresiasi Bupati Batu Bara.

Respon cepat Bupati Batu Bara dan Tim Gabungan Basarnas yakni BPBD, Basarnas TBA, Danpos AL, Polairud yang dibantu masyarakat diapresiasi masyarakat kecamatan Medang deras dan Nibung Hangus.

“Terimakasih kepada Bapak Bupati yang sangat Tanggap dan Seluruh yang membantu pencarian. Bravo pak Bupati Baharuddin,” ucap masyarakat dan keluarga korban.(Ros)