SIMALUNGUN, Update24News.id – Kondisi tanaman kelapa sawit di sejumlah areal Afdeling (Afd) IV, Afd V, dan Afd VI PTPN IV Regional II Kebun Dolok Ilir mendapat sorotan. Sejumlah tanaman sawit yang berada di sekitar wilayah kerja tersebut terlihat mengalami kerusakan pada bagian daun dan diduga membutuhkan perhatian serta perawatan lebih serius.
Berdasarkan pantauan di lapangan, khususnya di sekitar Afd VI, dari samping Kantor Afd VI menuju titi sungai, terlihat sejumlah tanaman kelapa sawit dengan kondisi daun menguning, mengering, dan diduga mengalami kerusakan akibat serangan hama, Kamis 24 September 2026.
Kondisi tersebut terlihat di sepanjang sisi jalan menuju titi sungai. Beberapa pohon tampak memiliki daun yang tidak lagi dalam kondisi optimal. Selain dugaan serangan hama, keberadaan ternak lembu di sekitar areal perkebunan juga disebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pengelola.
Kondisi tanaman tersebut menimbulkan kekhawatiran karena tanaman kelapa sawit yang masih produktif membutuhkan pemeliharaan secara rutin untuk menjaga pertumbuhan dan produktivitasnya. Apabila gangguan tanaman tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak terhadap produksi tandan buah segar (TBS).
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah perlunya pengendalian terhadap ternak yang masuk ke areal perkebunan serta penanganan hama. Salah satu langkah yang disebut perlu diperhatikan adalah pengamanan areal, termasuk pemasangan atau perbaikan pagar/jaring pada lokasi yang rawan dimasuki ternak.
Wartawan yang berupaya meminta keterangan dari pihak pengelola Afd VI belum memperoleh penjelasan. Saat disambangi di kantor, Asisten Afd VI disebut sedang tidak berada di tempat.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga disebut belum mendapat tanggapan. Sementara itu, Askep Afd VI bermarga Sitinjak juga belum berhasil dikonfirmasi karena nomor telepon yang dihubungi tidak aktif.
Belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak manajemen PTPN IV Regional II Kebun Dolok Ilir mengenai kondisi tanaman tersebut, termasuk langkah perawatan, pengendalian hama, serta upaya mencegah masuknya ternak ke areal perkebunan.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Sosial Masyarakat Pengamat Pembangunan Lingkungan Hidup (LSM-PPLH), Jamidin Hutagalung, turut menyoroti kondisi tanaman sawit di Afd IV, Afd V, dan Afd VI.
Menurut Jamidin, kondisi tanaman yang diduga mengalami kerusakan perlu segera mendapat perhatian dari manajemen perkebunan.
“Tanaman kelapa sawit merupakan aset perusahaan yang harus dirawat dan dijaga produktivitasnya. Kalau ditemukan tanaman dengan daun rusak, menguning atau mengering, tentu perlu segera diketahui penyebabnya dan dilakukan penanganan,” ujar Jamidin, Selasa (29/9/26).
Ia meminta manajemen PTPN IV Regional II melakukan evaluasi terhadap kondisi tanaman serta pelaksanaan pemeliharaan di lapangan.
Jamidin juga mendorong agar pengawasan dari manajemen yang lebih tinggi dilakukan secara berkala untuk memastikan kegiatan pemeliharaan tanaman berjalan sesuai standar dan anggaran yang telah ditetapkan perusahaan.
“Kami meminta pihak manajemen melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk mengevaluasi kinerja pengelola di Afd IV, V dan VI. Jika memang ditemukan adanya kekurangan dalam pemeliharaan, tentu harus segera diperbaiki,” katanya.
Ia juga berharap tim pengawasan dari tingkat pusat dapat turun langsung melihat kondisi perkebunan di Kebun Dolok Ilir, sehingga persoalan yang ditemukan di lapangan dapat diketahui secara objektif.
Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen PTPN IV Regional II Kebun Dolok Ilir belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tanaman sawit yang menjadi sorotan tersebut.(TIM/Red)






