JAKARTA |Update24News.id – Upaya membenahi rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa di Indonesia kini digarap serius melalui kolaborasi multipihak. Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, turut hadir dalam pencanangan program nasional tersebut yang digelar di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Program ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF sebagai langkah konkret memperkuat kemampuan dasar siswa sejak dini.

Sebagai tahap awal, program ini akan menyasar enam daerah di Indonesia dan Kota Pematangsiantar menjadi salah satu yang terpilih, bersama Kota Medan, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Tegal, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan respons atas masih rendahnya kemampuan membaca dan berhitung siswa, terutama di jenjang awal sekolah dasar.

“Fokus kita adalah siswa kelas awal. Literasi dan numerasi adalah fondasi utama. Tanpa itu, sulit bagi siswa untuk menguasai ilmu lainnya,” tegasnya.

Ia memaparkan tiga pilar utama dalam program ini, yakni:

Pembelajaran yang adaptif sesuai kemampuan siswa,Penguatan budaya membaca,Pembangunan logika melalui numerasi sejak dini.

Program ini tidak sekadar wacana. Target konkret telah disusun: menjangkau 500 SD negeri, melatih 1.500 guru dan kepala sekolah, serta memberi dampak langsung kepada sedikitnya 45.000 siswa hingga tahun 2029.

“Kami ingin dalam tiga tahun ke depan sudah terlihat perubahan signifikan. Tidak boleh lagi ada siswa di jenjang tinggi yang belum bisa membaca atau berhitung,” tegas Mu’ti.

Dari sisi mitra, Margaretha Ari Widowati dari Tanoto Foundation menekankan bahwa guru adalah kunci utama keberhasilan program.

“Dengan data asesmen yang tepat, guru bisa memahami kebutuhan tiap siswa dan menyesuaikan metode belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Benjamin Piper dari Gates Foundation menyebut pengalaman global, seperti di India membuktikan bahwa pendekatan terstruktur dan berbasis data mampu meningkatkan kemampuan siswa secara signifikan.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan bahwa program ini juga merupakan bagian dari upaya besar menyiapkan Generasi Emas 2045.

“Pendidikan berkualitas adalah hak dasar anak. Kolaborasi ini adalah investasi masa depan Indonesia,” katanya.

Di sisi daerah, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat aktif.

“Kami mengapresiasi kepercayaan ini. Pematangsiantar siap menjadi mitra dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa,” ujarnya.(*)