MEDAN, Update24News.id — Suasana di lingkungan Polrestabes Medan sempat memanas pada Senin (21/9/2026) sore. Seorang perempuan yang disebut sebagai Boru Sihotang bahkan dilaporkan pingsan setelah terjadi perdebatan antara keluarga dengan petugas saat hendak menyampaikan surat pemberitahuan aksi demonstrasi.
Keluarga yang mengaku sebagai korban pencurian di Pancur Batu menyebut mereka telah menunggu hampir dua jam agar surat pemberitahuan aksi dapat diterima. Namun, menurut pihak keluarga, petugas masih melakukan koordinasi sehingga surat tersebut belum kunjung diterima.
Situasi kemudian diwarnai cekcok mulut ketika keluarga mempertanyakan alasan surat aksi belum diterima.
“Koordinasi dengan siapa?” demikian pertanyaan pihak keluarga yang disampaikan di lokasi.
Di tengah situasi tersebut, Boru Sihotang yang disebut sebelumnya terlibat perdebatan dengan petugas tiba-tiba mengalami kondisi fisik menurun hingga akhirnya pingsan di depan kantor Kapolrestabes Medan. Peristiwa itu sontak menjadi perhatian keluarga yang berada di lokasi.
Tak hanya mempersoalkan penyerahan surat aksi, keluarga juga kembali menyoroti persoalan hukum yang mereka klaim telah berlangsung cukup lama.
Menurut pengakuan keluarga, mereka merupakan pihak yang merasa menjadi korban dalam kasus pencurian di Pancur Batu. Namun, mereka menyebut justru menghadapi proses hukum sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Keluarga juga mengklaim telah membuat laporan terhadap pihak yang mereka sebut sebagai orang tua pelaku pencurian. Mereka mempertanyakan penanganan laporan tersebut yang menurut pengakuan keluarga telah berlangsung sekitar sembilan bulan tanpa penyelesaian yang mereka harapkan.
Persoalan itu kemudian mendorong keluarga mempertanyakan transparansi dan kepastian penanganan laporan mereka.
“Tolong kami, Pak Prabowo! Tolong kami, Pak Gibran!” teriak pihak keluarga di lokasi.
Keluarga menyatakan akan terus menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tersedia. Mereka meminta adanya kejelasan terkait proses hukum yang mereka hadapi sekaligus penanganan laporan yang mereka klaim belum memperoleh kepastian.
Peristiwa penyerahan surat aksi tersebut juga menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai alasan surat pemberitahuan aksi disebut harus menunggu hampir dua jam sebelum diterima serta alasan petugas melakukan koordinasi terlebih dahulu.
Hingga berita ini diterbitkan, Polrestabes Medan belum memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi lengkap kejadian, alasan surat pemberitahuan aksi belum langsung diterima, maupun kondisi Boru Sihotang yang sempat pingsan.






