Pematangsiantar |Update24News.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun menilai Kota Pematangsiantar membutuhkan pemimpin yang aktif, responsif, dan berani mengambil keputusan strategis. Menurut GMKI, di tengah berbagai persoalan kota yang membutuhkan penyelesaian cepat, masyarakat tidak memerlukan pola kepemimpinan yang pasif, lamban, dan lebih sibuk pada agenda seremonial dibanding menyelesaikan substansi persoalan rakyat.
GMKI menyoroti sejumlah persoalan yang hingga kini masih menjadi perhatian publik, mulai dari optimalisasi fasilitas publik, ketidakpastian pembangunan pusat ekonomi rakyat, hingga lemahnya percepatan kebijakan strategis.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Terminal Tanjung Pinggir di Kecamatan Siantar Martoba. Pada Desember 2025, Pemerintah Kota Pematangsiantar mewajibkan seluruh perusahaan otobus beroperasi dari terminal tersebut sebagai pusat angkutan resmi. Kebijakan itu juga disertai sosialisasi aparat kepolisian menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Namun di lapangan, masih muncul pertanyaan publik mengenai kesiapan fasilitas terminal, efektivitas penerapan, kenyamanan penumpang, hingga konsistensi penataan angkutan umum.
GMKI menilai terminal seharusnya bukan sekadar dipindahkan fungsi administratifnya, tetapi benar-benar dihidupkan sebagai simpul transportasi modern yang aman, tertib, dan produktif bagi masyarakat serta pelaku usaha transportasi.
Selain itu, GMKI juga menyoroti persoalan Gedung IV Pasar Horas yang terbakar pada 22 September 2024 lalu. Pada Juni 2025, pemerintah menyampaikan bahwa gedung tersebut akan segera dibangun kembali melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan skema pembiayaan Bank Sumut. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai realisasi pembangunan tersebut.
GMKI menilai kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pedagang masih menunggu kepastian nyata, baik mengenai jadwal pembangunan permanen, target penyelesaian, maupun keberlangsungan ekonomi para pedagang terdampak.
Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Yova Purba, menyampaikan bahwa dua persoalan tersebut menjadi contoh penting bahwa kota membutuhkan pemimpin yang hadir dengan energi perubahan.
“Pematangsiantar butuh pemimpin berenergi, bukan pasif. Rakyat membutuhkan keputusan cepat, kerja nyata, dan keberanian menyelesaikan masalah. Terminal Tanjung Pinggir dan Gedung IV Pasar Horas adalah ujian nyata wali kota saat ini,” tegasnya Yova Purba, Kamis (20/04/2026).
GMKI mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar agar segera menyampaikan evaluasi terbuka terkait efektivitas pengoperasian Terminal Tanjung Pinggir, memastikan peningkatan fasilitas, keamanan, dan kenyamanan terminal bagi masyarakat, serta menyampaikan timeline resmi pembangunan permanen Gedung IV Pasar Horas.
GMKI menegaskan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif, kritis, dan konstruktif demi mendorong pemerintahan yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kota ini punya potensi besar. Yang dibutuhkan sekarang bukan banyak acara, tetapi banyak solusi,” tandasnya menutup pernyataannya.
Sumber: GMKI




