Sumut, Update24News.id – Sepekan terakhir sejak Bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara, turut berdampak terhadap distribusi Bahan Bakar Minyak(BBM) di Sumatera Utara.
Seperti halnya di Pematangsiantar, Akibat dampak kelangkaan BBM, kendaraan mengantri panjang di setiap SPBU yang ada di kota Pematangsiantar. Padahal, Kota Pematangsiantar diketahui memiliki Depot Pertamina yang dikirimkan melalui Kereta Api dari Medan.
Namun anehnya, meski sejumlah kendaraan mengantri panjang di setiap SPBU, terlihat banyak bermunculan Pedagang BBM eceran disejumlah pinggiran ruas jalan di kota Pematangsiantar.
Pemandangan dengan banyaknya pedagang BBM eceran itu memicu pertanyaan dikalangan masyarakat. Apakah BBM Benar benar langka atau ada permainan para mafia migas? Atau bahkan kelangkaan BBM sengaja dibuat untuk mengalihkan isu bencana di Sumatera Utara.
Mirisnya, para pedagang BBM eceran tersebut menjualnya berkisar Rp 15 ribu sampai 35 ribu per liter dan bahkan Rp 50 ribu, jauh diatas harga normal.
Bahkan tak sedikit pula menyakini bahwa kelangkaan BBM itu disengaja guna mengalihkan perhatian publik dari bencana tersebut.
Terlebih saat ini, setiap hari beranda media sosial isu kelangkaan BBM Mengalahkan isu bencana di media sosial.
Pemerintah bilang Stok BBM di Sumut Aman.
Pemerintah provinsi Sumatera Utara menghimbau agar masyarakat tidak panik dan mengatakan bahwa stok BBM di Sumatera, khususnya Sumatera Utara mencukupi dan memiliki stok Aman.
Namun pernyataan itu sangat kontras dengan kondisi sebenarnya dilapangan. Khususnya di kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, jalur pendistribusian melalui darat maupun kereta api tergolong tidak ada gangguan. Tetapi faktanya di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun masyarakat sangat kesulitan mendapatkan BBM.
Jika kelangkaan BBM ini terus berlanjut, masyarakat khawatir akan melumpuhkan perekonomian.
Kini masyarakat berharap agar pihak terkait melakukan tindakan tegas terhadap dugaan adanya praktik mafia migas. Dan pemerintah dengan sigap mendistribusikan BBM ke sejumlah daerah yang mengalami kelangkaan.
“Kita berharap kelangkaan BBM ini tidak berkepanjangan. Sebab jika kelangkaan BBM ini berkelanjutan, maka ekonomi di Sumatera Utara akan lumpuh dan dapat memicu terjadinya kerusuhan,” ucap Yusuf saat ditemui pada antrean BBM di SPBU Parluasan Pematangsiantar,Rabu(03/12).
Lebih lanjut Yusuf berharap agar pemerintah lebih bijaksana menyikapi kelangkaan BBM tersebut.
“Harapan kita pemerintah bijaksana menyikapi ini, Kerahkan petugas untuk melakukan sweeping terhadap pedagang BBM eceran itu. Dan batasi sementara kuota setiap kendaraan khususnya mobil di setiap SPBU. Jika ditemukan adanya pelanggaran segera tindak tegas,” tandasnya.




