PEMATANGSIANTAR, Update24News.id – Pemerintah Kota Pematangsiantar mulai memperketat pengawasan terhadap rantai pasok pangan strategis. Langkah ini dilakukan di tengah kebutuhan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat agar tekanan inflasi tidak semakin membebani warga.
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn, secara langsung melepas tim inspeksi mendadak (sidak) stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok serta barang penting, Senin (31/8/2026).
Tim dilepas dari halaman Balai Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, dengan sasaran pelaku distribusi, pasar, gudang pangan hingga sektor peternakan.
Wesly menegaskan, sidak tidak sekadar menjadi kegiatan pemeriksaan harga di tingkat pedagang. Tim diminta mencari akar persoalan apabila terjadi kenaikan harga, khususnya terkait pasokan dan distribusi dari distributor utama.
Wali Kota juga menginstruksikan tim mengambil langkah taktis dengan mendatangi distributor utama untuk memastikan rantai distribusi berjalan lancar sehingga harga komoditas pangan dapat ditekan ke tingkat yang wajar dan terjangkau masyarakat.
“Saya berpesan agar tim melaksanakan tugas dengan humanis serta menyiapkan langkah taktis menemui distributor utama untuk memastikan kelancaran distribusi dan menekan harga agar terjangkau,” pesan Wesly.
Tim dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pematangsiantar, Subrata Nata Lumbantobing, S.STP., MSP bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Drs Legianto Pardamean Manurung, MSP.
Turut dalam tim Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Sari Dewi Rizkiyani Damanik, S.STP., MSP, Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya (PHJ) Bolmen Silalahi SP, perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Nanda Perdana, perwakilan Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Winardi, serta Kanit Ekonomi Polres Pematangsiantar Ipda Warman Siallagan.
Harga Beras dan Ayam Jadi Sorotan
Sidak diawali dari Pasar Horas. Tim memantau langsung harga beras di tingkat pedagang, kemudian mengecek harga ayam ras di kawasan eks Gedung IV Pasar Horas.
Pedagang menyebut harga ayam ras berada di angka Rp48 ribu per kilogram. Sementara beras premium dijual pada kisaran Rp16.200 hingga Rp16.700 per kilogram dan beras medium Rp15.500 hingga Rp16.000 per kilogram.
Untuk beras SPHP, harga disebut masih mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Angka tersebut menjadi perhatian karena harga pangan merupakan salah satu komponen yang langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Ketika harga komoditas strategis bergerak naik, tekanan terhadap daya beli masyarakat pun ikut meningkat.
Karena itu, pengendalian harga tidak cukup hanya dilakukan di pasar. Pemerintah perlu memastikan pasokan dari hulu hingga hilir berjalan lancar dan tidak terjadi hambatan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga.
Bulog Diminta Jaga Ketersediaan Pangan
Dari Pasar Horas, tim bergerak ke gudang Bulog Nagapita, Jalan Medan Km 4, Kecamatan Siantar Martoba.
Di lokasi tersebut, tim memantau kondisi stok dan distribusi pangan. Kepala Bulog Pematangsiantar Berdian W Damanik mengatakan pihaknya saat ini fokus menjalankan program bantuan pangan nasional.
Pemantauan kemudian berlanjut ke Peternakan Ayam Arifin Nasution di Kelurahan Gurilla yang bekerja sama dengan PT Leong.
Sektor peternakan menjadi bagian penting dalam pengendalian harga ayam. Ketersediaan pasokan dari tingkat produksi menjadi salah satu faktor yang menentukan stabilitas harga komoditas tersebut di pasar.
Melalui sidak lintas sektor ini, Pemko Pematangsiantar berupaya membaca kondisi pangan secara menyeluruh, mulai dari produksi, distribusi, stok hingga harga di tingkat konsumen.
Langkah tersebut sekaligus menjadi ujian bagi efektivitas pengendalian inflasi daerah. Sebab, indikator keberhasilannya bukan hanya angka inflasi yang terkendali, tetapi juga kemampuan pemerintah menjaga agar masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok dengan harga yang masuk akal.
Dengan demikian, pengawasan terhadap distributor dan rantai pasok menjadi titik penting agar gejolak harga pangan tidak berkembang menjadi tekanan baru terhadap ekonomi masyarakat Pematangsiantar.




