Update24News.id, Pematang Raya – Lebih dari sekedar tempat pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar terus menunjukkan komitmennya dalam membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan praktis. Kali ini, fokusnya adalah pada pelatihan kemandirian Tata Boga (Cake dan air buah), sebuah inisiatif yang diharapkan membuka jalan bagi para WBP untuk meraih kemandirian ekonomi setelah mereka bebas. Rabu (6/8/2025)
Program pelatihan ini bertujuan membekali para WBP dengan keahlian kuliner yang marketable, mulai dari teknik dasar memasak hingga pembuatan aneka kue yang populer. Setiap harinya, dapur pelatihan di Lapas Narkotika Pematangsiantar dipenuhi aroma wangi adonan, menandakan semangat belajar yang tinggi dari para peserta. Di bawah bimbingan instruktur profesional, mereka mempelajari berbagai resep, teknik pengukuran bahan yang tepat, hingga seni presentasi masakan dan kue.
“Kami ingin agar mereka tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga membawa pulang keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup,” ujar salah seorang pengelola program. “Dengan keahlian tata boga dan kue ini, mereka punya modal untuk membuka usaha kuliner kecil-kecilan atau bekerja di sektor makanan setelah bebas nanti.”
Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis memasak dan membuat kue, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kebersihan, ketelitian, manajemen waktu, dan kerja tim. Para WBP diajarkan bagaimana menjaga standar higienitas dalam pengolahan makanan, menghitung modal dan keuntungan sederhana, serta memahami selera pasar. Setiap produk yang mereka hasilkan dibuat dengan standar kualitas yang diajarkan.
Antusiasme WBP dalam mengikuti pelatihan ini sangat tinggi. Bagi banyak dari mereka, ini adalah kesempatan pertama untuk belajar keterampilan yang benar-benar baru dan relevan dengan kebutuhan pasar. “Saya tidak pernah membayangkan bisa membuat kue seenak ini. Dulu saya hanya bisa merusak diri, sekarang saya bisa menciptakan sesuatu yang enak dan bermanfaat,” tutur seorang WBP peserta pelatihan dengan bangga.
Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar berharap, program pelatihan tata boga dan kue ini akan menjadi langkah nyata dalam mengurangi angka residivisme. Dengan bekal keterampilan dan mental yang lebih positif, para WBP diharapkan mampu membangun kehidupan baru yang mandiri dan produktif, serta diterima kembali sebagai anggota masyarakat yang berkontribusi. (#)



