MEDAN, Update24News.id – Aksi unjuk rasa keluarga korban pencurian yang mengaku ditetapkan sebagai tersangka usai menangkap terduga pelaku pencurian kembali menjadi sorotan. Dalam aksi yang digelar di depan Polrestabes Medan, Kamis (16/7/2026), massa membentangkan spanduk yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Melalui spanduk bertuliskan, “Pak Presiden Prabowo, Pak Sufmi Dasco Ahmad & Pak Habiburokhman, Tolong Kami”, para demonstran meminta pemerintah pusat dan Komisi III DPR RI memberikan perhatian terhadap perkara yang mereka hadapi.
Salah satu tuntutan utama yang disampaikan adalah agar Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas penanganan perkara yang menurut mereka tidak berjalan secara adil. Massa juga meminta Kapolrestabes Medan dihadirkan dalam forum tersebut agar penanganan kasus dapat dijelaskan secara terbuka di hadapan anggota dewan.
Para demonstran menyatakan bahwa mereka merupakan korban pencurian yang sebelumnya diminta dan didampingi aparat kepolisian saat mengamankan terduga pelaku. Namun, dalam perkembangan perkara, mereka mengaku justru ditetapkan sebagai tersangka.
Klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak demonstran dan belum dapat diverifikasi secara independen dalam laporan ini.
Selain membentangkan spanduk, massa turut membawa poster yang berisi permohonan kepada Ketua Komisi III DPR RI untuk memanggil Kapolrestabes Medan dalam forum RDP guna membahas perkara dimaksud.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman terkait permintaan demonstran tersebut. Demikian pula, pihak kepolisian belum memberikan tanggapan atas tuntutan yang disampaikan dalam aksi itu.
Para peserta aksi berharap DPR RI, khususnya Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, dapat menjalankan fungsi pengawasannya dengan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait sesuai kewenangan yang dimiliki.
Ruang klarifikasi dari seluruh pihak tetap terbuka demi menghadirkan informasi yang berimbang kepada masyarakat.





