SIMALUNGUN, Update24News.id – Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., berdialog langsung dengan perangkat lingkungan (Kepling) dan Gamot di Kantin Polsek Dolok Batu Nanggar, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Minggu (18/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat disampaikan secara terbuka, mulai dari keluhan terhadap layanan darurat 110, kendala pengurusan SIM secara daring, kenakalan remaja dan penyalahgunaan lem (ngelem), hingga balap liar dan penggunaan knalpot brong.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.06 WIB itu merupakan bagian dari upaya Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, untuk memperkuat pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

“Ini bentuk nyata Polri untuk masyarakat, yakni polisi bersama masyarakat yang melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar AKP Verry Purba saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2026) malam.

Ia menjelaskan, rembuk bersama warga tersebut menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi antara kepolisian dengan perangkat lingkungan. Melalui dialog langsung, polisi dapat menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kegiatan itu dihadiri Wakapolres Simalungun Kompol Imam Alriyuddin, S.H., M.H., Kabag Sumda Kompol Marnaek Ritonga, S.H., Kabag Ops KOMPOL Tukkar Simamora, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Tombor Marbun, S.H., Kasat Binmas AKP D. Pasaribu, serta Kapolsek Dolok Batu Nanggar IPTU Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H.

Turut hadir para Kepling se-Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan personel Bhabinkamtibmas.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan komitmen jajarannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga situasi Kamtibmas melalui pelaksanaan kebijakan Kapolri, termasuk Program Quick Wins.

Menurutnya, pendekatan langsung kepada masyarakat penting untuk membangun komunikasi terbuka, memperkuat kemitraan, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.

“Melalui kegiatan sambang, silaturahmi, dan rembuk bersama warga, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka serta mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat,” ujar AKBP Hendri Nupia Dinka Barus.

Dalam sesi dialog, Kepling Serbelawan Kota menyampaikan keluhan mengenai waktu respons layanan darurat 110 yang dinilai masih lambat. Selain itu, ia menyoroti kendala dalam proses pendaftaran dan pemenuhan persyaratan administrasi pengurusan SIM secara daring.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa keterlambatan layanan 110 dapat dipengaruhi sejumlah faktor teknis, termasuk gangguan jaringan komunikasi. Ia pun mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Halo Kapolres sebagai alternatif untuk menyampaikan laporan atau pengaduan.

Kapolres juga menegaskan bahwa setiap keluhan terkait pelayanan akan menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya.

“Setiap keluhan keterlambatan atau ketidaksesuaian pelayanan akan menjadi bahan evaluasi. Bila ditemukan kelalaian personel, akan diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya.

Terkait pengurusan SIM secara daring, ia menjelaskan bahwa aplikasi digunakan untuk mempermudah proses pendaftaran awal. Sementara itu, tahapan yang mensyaratkan kehadiran pemohon tetap harus dilakukan secara langsung di kantor pelayanan Sat Lantas Batu VI.

Ia meminta perangkat lingkungan turut membantu menyosialisasikan mekanisme tersebut kepada masyarakat agar proses pelayanan dapat dipahami dengan baik.

Kepling Lingkungan III Serbelawan menyampaikan bahwa sejumlah persoalan warga dapat diselesaikan melalui pendampingan Bhabinkamtibmas dengan pendekatan persuasif dan musyawarah.

Namun, ia juga mengungkapkan keresahan masyarakat terhadap perilaku remaja yang menghirup lem atau ngelem, serta aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong yang melibatkan anak di bawah umur.

Perilaku tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi persoalan itu, Kapolres menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi, mendampingi, dan memberikan pembinaan kepada anak-anak mereka.

Selain pengawasan keluarga, ia mendorong pembinaan di lingkungan sekolah melalui Program Polisi Peduli Pendidikan. Koordinasi dengan para pedagang juga perlu dilakukan untuk mencegah penjualan lem kepada anak-anak yang berpotensi menyalahgunakannya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi balap liar dan penggunaan knalpot brong, Kapolres meminta Polsek Dolok Batu Nanggar meningkatkan pengawasan serta langkah-langkah pencegahan.

Para Kepling, Gamot, dan orang tua juga diharapkan berperan aktif dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak, sekaligus membantu kepolisian mengidentifikasi lokasi dan waktu yang rawan digunakan untuk balap liar.

Apabila ditemukan pelanggaran, kepolisian akan melakukan penanganan melalui pembinaan maupun penegakan hukum sesuai jenis pelanggaran dan ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Gamot Huta I, Hairu Nasution, menanyakan status hukum perkawinan siri serta konsekuensi yang dapat timbul apabila perkawinan tidak dicatatkan secara resmi.

Kapolres menjelaskan bahwa perkawinan yang tidak tercatat dapat menimbulkan berbagai persoalan hukum dan administrasi, antara lain terkait pembuktian status perkawinan, pemenuhan hak dan kewajiban suami istri, serta perlindungan hukum bagi perempuan dan anak.

Karena itu, masyarakat diimbau memahami dan mematuhi ketentuan hukum perkawinan yang berlaku. Apabila terdapat dugaan tindak pidana, kepolisian akan menanganinya sesuai dengan ketentuan hukum.

Untuk memperkuat upaya menjaga keamanan lingkungan, Kapolres memerintahkan seluruh Bhabinkamtibmas meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan Kepling, Gamot, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat di wilayah binaan masing-masing.

Ia menegaskan, deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas harus terus dilakukan agar berbagai persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Kinerja Bhabinkamtibmas akan dipantau dan dievaluasi secara berkala melalui Anev untuk memastikan efektivitas tugas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kapolres.

Kegiatan rembuk bersama warga tersebut berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah berdialog dengan perangkat lingkungan, Kapolres melanjutkan agenda dengan mengecek langsung pelayanan kepolisian di Polsek Dolok Batu Nanggar sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

AKP Verry Purba menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan perangkat lingkungan. Aspirasi dan masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.(Ril)