TAPTENG |Update24News.id – Kondisi ruas jalan menuju Desa Hudopanauli, tepatnya mulai dari Aek Rias, Desa Sipakpahi, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kian memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang menjadi akses utama masyarakat itu mengalami kerusakan cukup parah. Mulai dari permukaan jalan dipenuhi batu tajam, lubang menganga, hingga badan jalan yang nyaris tidak layak dilalui kendaraan.
Kerusakan tersebut bukan hanya menghambat aktivitas warga sehari-hari, tetapi juga membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Warga harus berjibaku melewati jalur rusak setiap hari, terutama saat musim hujan ketika sebagian ruas berubah menjadi kubangan lumpur.
Kondisi semakin diperparah pasca bencana longsor yang terjadi pada November tahun lalu. Material longsor yang belum sepenuhnya dibersihkan membuat sejumlah titik jalan menjadi sempit, licin, dan rawan dilalui kendaraan.
“Kalau hujan turun, sebagian jalan seperti kubangan. Kendaraan sering terjebak dan sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua,” ujar salah seorang warga.
Minimnya penerangan jalan juga membuat akses tersebut semakin berbahaya ketika dilalui pada malam hari.
Tak hanya berdampak pada keselamatan, kerusakan jalan juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menjadi terhambat akibat sulitnya akses transportasi. Biaya angkut pun meningkat karena kendaraan harus bergerak ekstra hati-hati, bahkan sebagian pengemudi memilih enggan melintas.
Ironisnya, kondisi tersebut disebut sudah berlangsung selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak terkait. Pemerintah desa sendiri telah berupaya melakukan perbaikan menggunakan sebagian Dana Desa, namun keterbatasan anggaran dan peralatan membuat hasilnya belum maksimal.
Kini masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga pemerintah pusat segera turun tangan sebelum kondisi jalan semakin parah dan akses warga benar-benar terputus.
Jika terus dibiarkan, jalan menuju Desa Hudopanauli dikhawatirkan lumpuh total dan mengisolasi masyarakat dari pusat ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Desakan warga pun semakin kuat agar pemerintah tidak menutup mata terhadap penderitaan masyarakat yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan demi melintasi jalur tersebut.
Meski di tengah keterbatasan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah Pada bulan November 2025 lalu, warga tetap berharap adanya langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer hingga Dusun IV Pamalian, Desa Hudopanauli.




