SIMALUNGUN, Update24News.id – Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., mengingatkan 300 siswa SMP Negeri 1 Panei agar menjauhi tawuran, tidak mudah terprovokasi, serta fokus pada pendidikan dan pencapaian prestasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMP Negeri 1 Panei, Jalan Pematangsiantar–Saribudolok, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu merupakan bagian dari upaya Polres Simalungun dalam membangun kesadaran hukum, meningkatkan kedisiplinan pelajar, dan mencegah kenakalan remaja melalui pendekatan edukatif.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah tidak semata-mata untuk melakukan pengawasan, tetapi juga membangun kemitraan dengan tenaga pendidik dan siswa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
“Adik-adik, di hari Senin pagi ini, polisi tidak datang untuk menakut-nakuti. Kami datang untuk mendengar, menemani, dan menjaga masa depan kalian,” ujar AKBP Hendri Nupia Dinka Barus.
Kapolres menekankan bahwa perkelahian antarpelajar tidak memberikan manfaat, bahkan berpotensi menimbulkan korban, mengganggu proses pendidikan, dan membawa pelakunya berhadapan dengan hukum.
“Perkelahian dan tawuran tidak pernah melahirkan pemenang. Yang tersisa hanya luka, penyesalan, dan masa depan yang terhenti,” tegasnya.
Untuk mencegah konflik antarpelajar, Kapolres menyampaikan enam pesan kamtibmas kepada para siswa.
Pertama, menolak ajakan tawuran dan tidak membawa senjata tajam. Kedua, menyelesaikan persoalan melalui dialog dengan melibatkan guru, orang tua, atau Bhabinkamtibmas.
Ketiga, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan tidak menyebarkan informasi bohong maupun konten yang memicu permusuhan. Keempat, mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif, seperti olahraga, seni, dan kompetisi akademik.
Kelima, memahami konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan. Keenam, mematuhi peraturan lalu lintas serta menghindari konvoi dan kebut-kebutan setelah pulang sekolah.
Menurut Kapolres, pencegahan tawuran harus dimulai dari pembentukan karakter, pengendalian diri, dan kebiasaan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga meminta siswa memanfaatkan waktu belajar secara optimal dan tidak menunda tanggung jawab sebagai pelajar.
“Cara terbaik menjauhi perkelahian adalah mengisi hari-hari dengan hal yang berguna. Anak yang sibuk belajar dan berprestasi tidak akan punya waktu untuk berkelahi,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, kedisiplinan harus dibangun melalui kebiasaan sederhana, termasuk menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu dan memprioritaskan kegiatan yang mendukung pencapaian cita-cita.
Selain memberikan edukasi kepada siswa, Kapolres mengajak pihak sekolah dan orang tua memperkuat pengawasan terhadap aktivitas serta pergaulan anak.
Sekolah diharapkan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengidentifikasi titik rawan konflik, meningkatkan pengawasan pada jam pulang sekolah, dan melakukan pembinaan terhadap siswa yang berpotensi terlibat dalam kenakalan remaja.
Orang tua juga diminta memperhatikan lingkungan pergaulan, penggunaan gawai, serta kebiasaan belajar anak di rumah.
Kapolres memastikan Polsek Panei Tongah bersama Bhabinkamtibmas siap mendukung upaya sekolah dalam menjaga keamanan dan mencegah terjadinya perkelahian antarpelajar.
“Polidik bukan kegiatan satu arah. Setiap keluhan, masukan, dan persoalan di lingkungan sekolah akan kami catat dan tindaklanjuti,” katanya.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan bahwa Polidik merupakan bentuk kehadiran Polri di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran hukum sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan generasi muda.
Materi Polidik disesuaikan dengan kebutuhan pelajar, meliputi pencegahan penyalahgunaan narkoba, perundungan, penyebaran hoaks, perkelahian antarpelajar, serta edukasi tertib berlalu lintas.
“Ini wujud nyata Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat. Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar AKP Verry Purba.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Panei Tongah AKP Daniel Jani Damanik, S.H., Kasat Lantas AKP Friska Susana Suardi, S.H., Kasat Binmas AKP Dorlan Pasaribu, Kepala SMP Negeri 1 Panei Anita Sabrina Pasaribu, Wakil Kepala Sekolah Bonar Siahaan, serta personel Polres Simalungun dan jajaran terkait.
Melalui program Polidik, Polres Simalungun berharap terbangun sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam mencegah kenakalan remaja serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan mendukung perkembangan generasi muda.






