SIMALUNGUN, Update24News.id – Satlantas Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, terus memperkuat upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas melalui pendekatan edukatif dan humanis.

 

Kali ini, Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Friska Susana Suardi, S.H., menggelar rapat koordinasi dan temu ramah bersama jajaran PT Aice Sumatera Industry di Sei Mangkei, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan sosialisasi tertib berlalu lintas serta pelatihan safety riding dan safety driving bagi karyawan perusahaan.

 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB di gedung PT Aice Sumatera Industry, produsen es krim merek Aice, tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Patuh Toba 2026. Lokasi kegiatan berada di wilayah hukum Polsek Bosar Maligas, Polres Simalungun.

 

Dalam kegiatan itu, AKP Friska Susana memberikan arahan mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas dan penerapan prinsip keselamatan berkendara. Ia didampingi sejumlah personel, yakni Ipda Ganda M. A. Damanik, S.H., Ipda Andri Asih Saragih, S.H., dan Brigadir Trihadi Syahputra.

 

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari yang sama sekitar pukul 17.40 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara berintegritas dan humanis.

 

“Ini merupakan wujud Polisi bersama masyarakat, yang melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujarnya.

 

Menurut AKP Verry, kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah capaian positif, mulai dari terlaksananya sosialisasi tertib berlalu lintas dalam rangka Operasi Patuh Toba 2026 hingga semakin kuatnya sinergi dan kemitraan antara Polri dengan pihak perusahaan.

 

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi dua arah untuk menyampaikan informasi, aspirasi, saran, dan masukan terkait keselamatan berlalu lintas. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan tumbuh komitmen bersama dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan menerapkan prinsip safety riding.

Operasi Patuh Toba 2026 kini telah memasuki hari ke-11. Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Friska Susana mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi tersebut, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

 

“Selama 11 hari pelaksanaan operasi, terjadi penurunan kecelakaan lalu lintas sebanyak 30 persen dibandingkan hari ke-11 tahun lalu. Masih ada tiga hari lagi, dan kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan,” ucap AKP Friska Susana.

 

Selama pelaksanaan operasi, Satlantas Polres Simalungun telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

 

Upaya tersebut meliputi penyuluhan tertib berlalu lintas melalui Radio CAS FM, program Goes to School, serta sosialisasi kepada pengemudi ojek online dan sopir angkutan umum.

 

Satlantas juga menggelar kampanye keselamatan penggunaan helm berstandar SNI dengan membagikan helm gratis, cokelat, dan bunga kepada pengguna jalan sebagai bentuk pendekatan persuasif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara.

 

Di bidang penegakan hukum, petugas mengedepankan teguran dan edukasi kepada pelanggar. Pemeriksaan visual kendaraan juga dilakukan di jalur rawan kecelakaan, khususnya lintas Sumatera Utara ruas Siantar–Parapat.

 

Selain itu, petugas melakukan survei terhadap kondisi rambu lalu lintas, marka jalan, penerangan, genangan air, dan lubang jalan. Langkah tersebut disertai pemasangan rambu sementara serta plang imbauan berkendara guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

 

Personel juga ditempatkan di sejumlah titik rawan kecelakaan atau black spot untuk melaksanakan pengaturan, penjagaan, dan patroli, terutama pada jam-jam rawan terjadinya kecelakaan.

 

AKP Friska Susana menjelaskan bahwa Operasi Patuh Toba 2026 bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, sehingga tercipta Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan.

 

“Keberhasilan diukur dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk patuh aturan, memakai perlengkapan keselamatan, dan mengutamakan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lain,” ungkapnya.

 

AKP Friska juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor serta sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil.

 

Masyarakat juga diingatkan agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak mengemudi dalam pengaruh alkohol, serta tidak melawan arus lalu lintas.

 

“Harapan kami, masyarakat semakin disiplin dan sadar bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” ujar AKP Friska Susana.

 

Ia menambahkan, Satlantas Polres Simalungun akan terus mengedepankan langkah edukatif, preventif, dan persuasif, disertai penegakan hukum secara profesional terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

Melalui Operasi Patuh Toba 2026, diharapkan tumbuh budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

 

Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik melalui pendekatan yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada keselamatan bersama.(Rel/Red)