SIMALUNGUN, Update24News.id — Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun resmi melantik Panitia Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) GMKI Pematangsiantar-Simalungun Tahun 2026, Sabtu (12/9/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung di Student Center GMKI Pematangsiantar-Simalungun dan diawali dengan ibadah bersama sebagai bagian dari persiapan spiritual bagi seluruh panitia sebelum menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan LDK Tahun 2026.

Ibadah tersebut dilayani oleh Pdt. Benjamin Sinaga, S.Th., M.M. selaku pengkhotbah. Dalam penyampaian firman, ditekankan bahwa setiap pelayanan dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada panitia harus dijalankan dengan ketulusan hati, komitmen, serta kesediaan untuk melayani.

Kepemimpinan dalam perspektif kekristenan tidak semata-mata berbicara mengenai posisi atau jabatan. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan kesediaan untuk menjadi teladan, bertanggung jawab, dan memberikan diri bagi sesama.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Panitia LDK GMKI Pematangsiantar-Simalungun Tahun 2026. Prosesi tersebut menjadi momentum resmi bagi seluruh panitia untuk menerima mandat sekaligus menjalankan tanggung jawab dalam mempersiapkan dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan LDK.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Ketua Panitia LDK Tahun 2026, Senior GMKI, dan Ketua BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun.

Ketua Panitia LDK Tahun 2026, Ifan Hutahaean, dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk menjalankan amanah yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya membangun kerja sama yang solid di antara seluruh panitia.

Menurutnya, kekompakan, komunikasi, dan komitmen menjadi modal penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik sekaligus mendukung proses kaderisasi di GMKI.

Sementara itu, Senior GMKI Pdt. Barmen Sinaga, M.Th., memberikan penguatan kepada seluruh panitia agar menjadikan proses kepanitiaan sebagai ruang belajar sekaligus pembentukan karakter.

Pengalaman berorganisasi, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada suksesnya sebuah kegiatan, tetapi menjadi bekal bagi setiap kader dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik di tengah gereja, kampus, maupun masyarakat.

Ketua BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Yova Ivo Cordiaz Purba, dalam sambutannya menegaskan bahwa LDK merupakan salah satu bagian penting dalam proses kaderisasi GMKI.

Karena itu, seluruh panitia diminta tidak memandang tugas kepanitiaan hanya sebagai pekerjaan teknis, tetapi sebagai bagian dari pelayanan sekaligus proses pembentukan kepemimpinan.

«“Panitia bukan sekadar pelaksana kegiatan. Panitia adalah bagian dari proses kaderisasi. Di sini kita belajar tentang tanggung jawab, loyalitas, kerja sama, kepemimpinan dan terutama bagaimana menghadirkan semangat melayani dalam setiap tugas yang dipercayakan,” ujarnya.»

 

Lebih lanjut, Yova menegaskan bahwa kepemimpinan yang hendak dibangun melalui LDK harus berakar pada iman, diperkuat oleh ilmu pengetahuan, serta diwujudkan melalui pengabdian.

«“Jangan menjadikan jabatan sebagai tujuan. Jadikan setiap tanggung jawab sebagai kesempatan untuk melayani. Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang mampu berdiri di depan, tetapi mereka yang bersedia berjalan bersama, mendengar, mengambil tanggung jawab dan memberikan dampak bagi sesama,” tegasnya.»

Melalui pelaksanaan LDK Tahun 2026, BPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun berharap dapat melahirkan kader-kader dengan karakter kepemimpinan yang kuat, berintegritas, kritis, memiliki kapasitas intelektual, serta memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Pelantikan panitia ini sekaligus menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pelaksanaan LDK sebagai ruang pembentukan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan berorganisasi, tetapi juga mampu menghidupi nilai-nilai iman, intelektualitas, dan pengabdian.

Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan, seluruh panitia diharapkan mampu menjalankan amanah secara maksimal serta menjadikan setiap proses kepanitiaan sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun kepemimpinan bersama.