PEMATANGSIANTAR, Update24News.id
Oleh: Ilham Nawawi
Di Balik Tirai Ragu
Ada binar di ujung mata, Menatap jauh ke seberang samudra tanya. Hati berbisik ingin merengkuh dunia, Mencari tahu rahasia yang tersimpan di baliknya. Ingin rasanya berlari, menyelami segala yang tak pasti, Memecah teka-teki yang selama ini sunyi.
Namun langkah tiba-tiba tertahan bayang kelam, Takut terjatuh dalam jurang yang dalam. Cemas membisikkan kisah tentang kekalahan, Mengikat kaki dalam rantai keraguan. Bagaimana jika aku salah? Bagaimana jika semua usahaku berujung lelah?
Lalu waktu menepuk pundakku perlahan, Menyentak jiwa dari panjangnya lamunan. Terdiam di tempat karena takut melangkah, Bukankah itu sebenar-benarnya kalah?
Kusadari kini, gagal bukanlah akhir cerita, Melainkan guru yang hadir mengasah jiwa. Setiap jatuh adalah kompas penunjuk arah, Setiap salah adalah peta agar tak lagi tersesat parah. Luka dan perih hanyalah pahatan makna, Membentuk raga dan akal menjadi lebih baja.
Maka biarlah aku melangkah meski harus terjatuh, Sebab dari sanalah aku belajar untuk bertumbuh. Lebih baik mencoba, gagal, dan memeluk debu, Daripada hidup dalam ruang sesal di batas waktu.
Puisi Oleh: Ilham Nawawi
Mahasiswa Politeknik Bisnis Indonesia
NIM: 25110039
Jurusan: Teknik Komputer
Matkul: Bahasa Indonesia
Dosen: Jesika Melina Simamora,S.Pd., M.Si





