PEMATANGSIANTAR, Update24News.id – Semangat persaudaraan, silaturahmi, dan kerukunan menjadi pesan utama dalam Seminar bertema “Merajut Ukhuwah Islamiyah, Mempererat Silaturahmi, dan Membangun Sinergi Dakwah yang Harmonis” yang digelar Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kota Pematangsiantar.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Sabtu (31/10/2026), dihadiri Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, didampingi Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi.
Dalam kesempatan tersebut, Wesly menerima piagam penghargaan dari PD Wanita Islam Kota Pematangsiantar atas kontribusinya dalam menjaga dan memperkuat kerukunan di Kota Pematangsiantar.
Sebelum membuka seminar, Wesly menyampaikan apresiasi kepada PD Wanita Islam yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar ini menjadi ruang positif untuk bertukar pikiran, memperluas wawasan, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat peran organisasi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya memandang seminar ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena menjadi wadah untuk bertukar pikiran, menambah wawasan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat peran organisasi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Wesly.
Ia menuturkan, tema seminar mengandung pesan penting tentang arti persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari keberagaman yang harus dijaga dan dihormati. Melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, serta semangat kebersamaan, masyarakat dapat membangun lingkungan yang damai, rukun, dan harmonis.
Wesly juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah. Perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter keluarga, mendidik generasi penerus, menggerakkan kegiatan sosial, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Perempuan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter keluarga, mendidik generasi penerus, menggerakkan kegiatan sosial, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, Wesly berharap Wanita Islam Kota Pematangsiantar terus meningkatkan peran dan kontribusinya melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat, baik di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan perempuan, maupun pembinaan keluarga.
Ia menegaskan, Pemko Pematangsiantar senantiasa membuka ruang kerja sama dengan seluruh organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, dan organisasi keagamaan.
“Kita ingin seluruh elemen masyarakat dapat berjalan bersama, saling mendukung, dan berpartisipasi dalam pembangunan Kota Pematangsiantar,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Wesly juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi dan kepedulian seluruh masyarakat.
Ia berharap seminar tersebut dapat melahirkan pemikiran positif, semangat baru, serta langkah nyata yang bermanfaat bagi organisasi, keluarga, dan masyarakat luas.
“Saya berharap melalui seminar ini lahir pemikiran-pemikiran positif, semangat baru, serta langkah nyata yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi, keluarga, dan masyarakat luas, sehingga terwujud Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” ungkapnya.
Wesly kemudian mengucapkan selamat mengikuti seminar dan berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan hasil yang bermanfaat.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Drs H Muhammad Ali Lubis menyampaikan bahwa silaturahmi merupakan salah satu amalan yang membawa banyak kebaikan dalam kehidupan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga hubungan baik dan mempererat persaudaraan, termasuk melalui kegiatan seminar tersebut.
“Jika ingin panjang umur dan banyak rezeki, maka perbanyak silaturahmi. Termasuk hari ini, kita juga bersilaturahmi dengan Bapak Wesly Silalahi dan Ibu Liswati,” katanya.
Ali juga mengingatkan bahwa keberadaan organisasi Wanita Islam bukan untuk bersaing dengan organisasi perempuan lainnya, melainkan bersama-sama berlomba dalam kebaikan.
Menurutnya, setiap organisasi harus saling mendukung dan memberikan ruang bagi satu sama lain untuk berkembang.
“Sehingga jangan menjadi hambatan atau penghalang bagi yang lain. Salinglah mengejar kebaikan,” pesannya.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan bahwa Kota Pematangsiantar saat ini terus berupaya meningkatkan peringkat dalam Indeks Kota Toleransi (IKT).
Ia menyebutkan, Pematangsiantar sebelumnya berada di peringkat kelima dan kini telah naik ke peringkat keempat. Dengan semangat kebersamaan, ia berharap kota ini dapat meraih peringkat pertama.
“Sekarang di peringkat empat, sebelumnya di peringkat lima. Jadi sekarang berjuang agar bisa di peringkat satu. Semoga dengan kebersamaan, kita mampu berada di peringkat pertama,” ujarnya.
Ali juga mengapresiasi perhatian Wali Kota Wesly terhadap kehidupan lintas agama di Kota Pematangsiantar. Menurutnya, kehadiran Wesly dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap kerukunan.
“Sebagai bukti, hari ini Pak Wesly sudah duluan hadir di acara ini,” ungkapnya.
Ia berpesan agar seluruh masyarakat senantiasa menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan menjadi penyebab perpecahan.
“Silakan pertahankan akidah masing-masing, tetapi bukan untuk berpisah satu sama lain. Selamat berseminar. Semoga hasilnya bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua PD Wanita Islam Kota Pematangsiantar Dra Hj Rayani Purba menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Wali Kota Wesly Silalahi dan Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi.
Menurutnya, kehadiran keduanya menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap organisasi Wanita Islam.
“Kami merasa diperhatikan karena Pak Wesly dan Ibu Liswati sudah datang duluan. Semoga Pak Wesly dan Ibu Liswati tetap sehat dan bisa melanjutkan pembangunan,” kata Rayani.
Rayani menjelaskan, seminar tersebut diselenggarakan karena dinilai penting dalam memperkuat peran organisasi kemasyarakatan, khususnya organisasi perempuan, dalam mendukung pembangunan daerah.
Terlebih, saat ini Pemko Pematangsiantar tengah berupaya mewujudkan kota yang semakin toleran. Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi untuk turut berpartisipasi dan memberikan kontribusi positif.
“Mari sama-sama tunjukkan bahwa masing-masing organisasi punya kemauan tinggi, punya semangat, dan punya spirit agar kita bisa bangkit dan menjadi takwa,” ujarnya.
Rayani juga mengingatkan pentingnya menjaga diri, lisan, dan perilaku, serta menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.
Ia berharap perempuan Islam terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan mengambil peran penting dalam mendidik generasi penerus bangsa.
“Berilmu itu sama dengan padi, makin berisi maka semakin merunduk. Juga bagaimana wanita mendidik anak bangsa. Sebab, pendidik pertama adalah ibu,” terangnya.
Kegiatan seminar ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Wali Kota Wesly Silalahi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar.
Turut hadir anggota DPRD Kota Pematangsiantar Nurlela Sikumbang, mantan Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Drs Koni Ismail Siregar, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pematangsiantar, perwakilan MUI Provinsi Sumatera Utara, jajaran pengurus MUI Kota Pematangsiantar, perwakilan Dewan Masjid Indonesia Pematangsiantar, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Pematangsiantar Rilan Syahban Pohan S.STP., M.Si, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Uli, Ilal Mahdi Nasution, S.H.I, narasumber dan pemateri, serta perwakilan organisasi lainnya. (*)






