PEMATANGSIANTAR| Update24News.id – Wali Kota Wesly Silalahi yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Happy Oikumenis Daely membuka kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Senin (25/05/2026).
Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Happy, ditegaskan pentingnya penerapan standar nasional dan akreditasi dalam penyelenggaraan perpustakaan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memahami kebijakan nasional terkait standarisasi perpustakaan di Indonesia, termasuk mekanisme dan prosedur akreditasi perpustakaan.
Selain itu, sosialisasi juga membahas pemutakhiran instrumen akreditasi tahun 2026 yang menitikberatkan pada enam komponen utama dengan sistem penilaian yang lebih terukur dan mekanisme yang jelas. Dengan adanya pembaruan tersebut, setiap perpustakaan diharapkan mampu memetakan kualitas layanan sekaligus terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Akreditasi perpustakaan sekolah dilakukan oleh lembaga akreditasi perpustakaan nasional untuk memastikan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sekolah telah memenuhi standar yang ditetapkan, bahkan diharapkan mampu melampaui standar tersebut,” ujar Happy membacakan sambutan Wali Kota.
Disebutkan pula, akreditasi merupakan prosedur resmi yang dilakukan lembaga berwenang untuk memberikan pengakuan formal terhadap kemampuan suatu institusi dalam melaksanakan kegiatan tertentu. Perpustakaan yang telah memenuhi syarat nantinya akan memperoleh sertifikat akreditasi sebagai bukti pengelolaan perpustakaan telah sesuai standar nasional.
Karena itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar menggelar kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 guna menambah wawasan serta mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas perpustakaan.
Para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang baik mengenai standar nasional perpustakaan, mampu melakukan penilaian mandiri menggunakan instrumen terbaru sesuai jenis perpustakaan masing-masing, menyiapkan data dan bukti fisik akreditasi, hingga memahami penggunaan aplikasi akreditasi perpustakaan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar Christina Risfani Sidauruk mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pengelola perpustakaan dalam menghadapi proses akreditasi sesuai standar yang ditetapkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan mutu layanan perpustakaan berjalan secara profesional, terstandar, dan berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan menghadirkan narasumber Dewi Ani Tampubolon dan Cinta Ulina Barus. Sosialisasi diikuti 40 peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan tingkat SD, SMP, dan SMA.




