Medan |Update24News.id – Saat ancaman terhadap negara kian berani, para penjaga tidak lagi berjalan sendiri. Itulah pesan tegas di balik peluncuran logo baru Tim Tempur Sinergitas TNI–Polri dan Pers.
Bukan sekadar simbol, logo berbentuk perisai emas itu menjadi representasi komitmen tiga pilar: kekuatan militer, penegakan hukum, dan kebenaran informasi—bergerak dalam satu komando dengan prinsip “Senyap, Tepat, Tangguh.”
“Tiga institusi, satu detak jantung. Bandar narkoba, penyebar hoaks, mafia anggaran—dengar baik-baik: kami sudah satu perisai,” tegas Try Aditya Tanjung, Jumat (24/04/2026).
Satu Perisai, Tiga Pilar Negara
Perisai dipilih sebagai lambang perlindungan—melindungi kedaulatan, rakyat, dan kebenaran. Lingkaran utuh mencerminkan tekad yang tak boleh retak.
Makna simbol di dalamnya pun tegas:
Garuda Ekapaksi TNI: kekuatan pertahanan negara
Rastra Sewakottama Polri: penegakan hukum yang mengayomi
Kamera, pena, dan buku Pers: kontrol publik dan penjaga fakta
Seorang wartawan senior yang tergabung dalam tim menyebut, kolaborasi ini adalah kebutuhan mutlak.
“TNI tanpa Pers bisa dituduh melanggar HAM. Polri tanpa TNI bisa kalah gertak dengan bandar. Pers tanpa TNI–Polri bisa dibungkam. Maka harus disatukan,” ujarnya.
Senyap, Tepat, Tangguh: Bukan Sekadar Slogan
Tiga kata ini ditegaskan sebagai standar operasi di lapangan:
Senyap: bergerak tanpa gimik
Tepat: tanpa salah tangkap, salah tembak, atau salah informasi.
Tangguh: tidak tunduk pada tekanan mafia maupun buzzer.
Operasi diharapkan langsung berdampak, jaringan narkoba tumbang, hoaks diluruskan, dan uang rakyat terselamatkan.
Warna dan Filosofi
Emas: standar tinggi, tanpa kerja asal-asalan.
Biru tua: kepercayaan publik
Merah putih: loyalitas mutlak pada NKRI.
Padi dan kapas: kesejahteraan rakyat sebagai tujuan akhir.
Pesan Tegas: Anti Sektoral
Tim Tempur menegaskan bahwa sinergi ini akan dibuktikan langsung di lapangan, mulai dari Pematangsiantar hingga pelosok Simalungun dan seluruh Indonesia.
Targetnya jelas:
Memberantas narkoba, mafia tanah, hingga jaringan penyebar kebencian.
“Logo boleh di dada. Tapi kalau masih sektoral, lebih baik copot. Malu sama Merah Putih,” tegas Try.
Dukung Program Pemerintah
Try juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto, khususnya dalam pemberantasan mafia.
“Kami mendukung penuh langkah Presiden dalam menyikat mafia. Siapa pun yang menghambat pembangunan tanpa solusi, akan kami hadapi. Indonesia harus maju,” ujarnya.
Satu perisai telah dibentuk. Tiga kekuatan telah menyatu.
Selanjutnya, lapangan yang akan membuktikan.




