SIMALUNGUN | Update24News.id – PTPN IV Regional II Kebun Marjandi menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Nagori Sipoldas, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Bantuan tersebut mencakup semenisasi jalan dan perbaikan parit.
Bantuan diserahkan oleh Manajer Kebun Marjandi, Agusman, S.P., didampingi Asisten Personalia Ahmad Suhaimi beserta tim SDM Kebun Marjandi, kepada Pangulu Nagori Sipoldas di lokasi kegiatan pada Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan tersebut turut disaksikan Pangulu Nagori Sipoldas Runggu Sirait, perangkat nagori, jajaran manajemen Kebun Marjandi, Asisten TJSL, Asisten Sipil dan Infrastruktur, serta Asisten Personalia Kebun Marjandi.
Manajer Kebun Marjandi, Agusman, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Program TJSL ini merupakan komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, sejalan dengan visi dan misi PalmCo. Perbaikan jalan dan parit ini diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat Nagori Sipoldas,” ujarnya.
Sementara itu, Pangulu Nagori Sipoldas, Runggu Sirait, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTPN IV Regional II Kebun Marjandi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat.
“Perbaikan jalan dan parit ini sangat berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat kami yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Akses transportasi menjadi lebih baik sehingga aktivitas masyarakat semakin lancar,” katanya.
Ia berharap hubungan baik antara Pemerintah Nagori Sipoldas dan PTPN IV Regional II Kebun Marjandi dapat terus terjalin secara harmonis.
“Kami siap mendukung program-program PTPN IV Regional II Kebun Marjandi dalam mencapai target produksinya,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak Kebun Marjandi menegaskan bahwa Program TJSL merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam membangun hubungan berkelanjutan dengan masyarakat sekitar. Sinergi antara perusahaan dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar perkebunan.
Laporan: Jamidin Hutagalung





