SIMALUNGUN |Update24News.id – Gerak cepat dan sinergi aparat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Bangun dalam menjaga lingkungan lembaga pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba. Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pematangsiantar dan Koramil 08 Bangun, Polsek Bangun menggelar razia terpadu di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, Senin (06/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB itu meliputi apel siaga, penggeledahan kamar warga binaan, serta tes urine terhadap petugas dan narapidana. Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret menciptakan lapas yang steril dari peredaran narkotika dan barang terlarang.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran aktif Polri dalam menjawab kebutuhan pengamanan di lingkungan lapas. Ia menyebut sinergi antara Polri, TNI, dan BNN menjadi kunci utama dalam menjaga integritas lembaga pemasyarakatan.

“Polsek Bangun hadir atas undangan resmi pihak lapas. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata dalam memastikan tidak ada celah bagi peredaran narkoba di dalam lapas,” ujarnya.

Apel siaga dipimpin langsung oleh Kepala KPLP, Roiko Frans Sianturi, dan diikuti oleh Kepala Lapas Davy Bartian beserta jajaran, tim BNN, personel Koramil 08 Bangun, serta anggota Polsek Bangun.

Selanjutnya, tim gabungan melaksanakan tes urine terhadap 152 petugas lapas. Hasilnya menunjukkan seluruh petugas dinyatakan negatif narkoba. Capaian ini dinilai sebagai indikator kuatnya komitmen internal dalam menjaga integritas.

Tidak berhenti di situ, razia kamar warga binaan di Blok Imam Bonjol mengungkap sejumlah barang terlarang seperti kartu judi, pecahan kaca, korek api, hingga benda-benda berpotensi membahayakan. Seluruh barang langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.

Pada tahap berikutnya, sebanyak 150 narapidana—terdiri dari 130 laki-laki dan 20 perempuan—juga menjalani tes urine. Hasilnya kembali menunjukkan angka nol penyalahgunaan narkoba.

Kapolsek Bangun, AKP Hengky B. Siahaan, menegaskan bahwa hasil ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi bukti nyata pengawasan yang berjalan efektif.

“Total 302 orang telah dites urine dan seluruhnya negatif. Ini menunjukkan sistem pengawasan di lapas berjalan optimal dan patut diapresiasi,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib tanpa kendala berarti. Polsek Bangun memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif.

Dengan hasil ini, Lapas Kelas IIA Pematangsiantar mengirim pesan kuat: tidak ada ruang bagi narkoba di balik jeruji. Sinergi aparat menjadi benteng utama menjaga institusi pemasyarakatan tetap bersih, disiplin, dan berintegritas.