Simalungun, Update24News.id – Praktik Perjudian jenis tebak Angka berhadiah (togel) di wilayah kabupaten Simalungun seakan tak ada habisnya.
Meski melanggar peraturan perundang undangan, para bandar judi togel tersebut seolah tidak ada takutnya.
Maraknya praktik perjudian tebak angka tersebut diduga akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait.
Disisi lain, pihak kepolisian enggan menindak bandar judi togel tersebut, diduga karena dikendalikan oleh seorang oknum purnawirawan TNI.
Dari penelusuran awak media ini, diperoleh informasi Praktik judi kupon berhadiah (togel) khususnya di wilayah kecamatan bandar masilam disebut dikendalikan oleh Ismail Hsb yang merupakan pensiunan TNI.
Dalam menjalankan bisnis judi tersebut, Ismail disebut tidak bekerja sendirian. Namun ia memberdayakan beberapa orang sebagai jurtul (penerima nomor tebakan). Seperti hal di wilayah kecamatan bandar tinggi, Ismail memberdayakan salah seorang berinisial nanang sebagai pengepul rekap lalu disetor kepada bandar berinisial Ismail hsb.
“Nanang yang mengumpulkan rekap dari para jurtul, lalu disetor kepada Ismail,” sebut salah seorang jurtul yang enggan menyebut namanya,”
“Kalau kami, hanya ambil persenan tambahan uang rokok dari omset setiap putaran aja bang. Maklumlah bang,” tambah salah seorang jurtul saat ditemui di sebuah warung kopi di Nagori Bandar tinggi, kecamatan bandar masilam, kabupaten Simalungun, Minggu(19/10).
Lebih lanjut sumber tersebut menerangkan pola permainan dan hadiah yang didapatkan para pembeli kupon undian berhadiah itu.
“Kalau beli kuponnya bisa langsung sama kami, bisa juga melalui SMS. Dan untuk hadiahnya, jika modal seribu tebakan 2 angka 65 ribu, 3 angka 400 ribu dan 4 angka 3 juta berlaku kelipatan. Jadi kalau sama kami, diberikan komisi 25-30 persen dari omset. Misalnya, omset kami satu juta, maka kami diberi komisi 250-300 ribu setiap putaran,” sebutnya.
Dia mengaku bahwa Ismail tersebut sudah lama melakoni bisnis judi togel tersebut.
“Ismail ini kan sudah lama kali mainnya, sejak masih aktif dulu tugas di minfet Padang sampai sekarang pensiun tak pernah ada gangguan dari pihak aparat penegak hukum. Makanya kami gak terlalu khawatir akan ditangkap,” sambungnya.
Diwaktu terpisah, salah seorang ibu rumahtangga yang ditemui awak media di seputaran kecamatan bandar masilam mengaku resah dengan aktivitas judi togel tersebut.
“Kalau ditanya ya, kami sangat resah dengan peredaran Judi togel ini. Sebab, selain merusak moral, juga dapat memicu tindak kriminal seperti pencurian hasil pertanian kami. Bahkan berdampak terhadap ekonomi keluarga, karena uang belanja berkurang dari hanya untuk membeli togel oleh suami,” ucapnya lirih.
Warga lainnya yang mengaku resah dengan peredaran Judi togel itu berharap kepada pihak terkait agar secepatnya menangkap bandarnya.
“Kami berharap agar bandar judi togel tersebut secepatnya ditangkap dan dipenjarakan,”katanya.
Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang maupun Kasatreskrim AKP Herison Manullang belum berhasil ditemui Sampai berita ini dipublikasikan.(TIM)




