BATU BARA, Update24News.id – Bukan sekadar mengejar produksi aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kini semakin agresif memperkuat perannya dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Utara.
Salah satu gebrakan yang menjadi perhatian adalah komitmen INALUM menggarap kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba dengan target penanaman mencapai 500 hektare sepanjang 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba sekaligus mendukung keberlanjutan pembangkit listrik tenaga air yang menjadi bagian penting dari operasional INALUM.
Komitmen itu mengemuka dalam Silaturahmi INALUM bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Wakil Gubernur Sumut Surya, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (4/8/2026).
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menegaskan bahwa keberlanjutan tidak boleh berhenti pada keberhasilan perusahaan menjalankan kegiatan operasional.
Menurutnya, keberadaan perusahaan juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan untuk generasi berikutnya.
«“Keberlanjutan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kinerja operasional yang baik. Keberlanjutan juga harus tercermin dari kemampuan perusahaan dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi mendatang,” ujar Melati dalam siaran pers, Jumat (7/8/2026).»
Danau Toba Jadi Perhatian
INALUM secara bertahap menjalankan program penghijauan di kawasan DTA Danau Toba. Pemilihan tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik lahan dan manfaat ekologisnya.
Program tersebut diarahkan untuk membantu menahan erosi, meningkatkan kemampuan tanah menyerap air, serta memperluas tutupan vegetasi.
Tak berhenti pada penanaman pohon, INALUM juga mengembangkan berbagai program pendukung, mulai dari pembibitan, pembangunan biopori dan sumur resapan, Sekolah Peduli Lingkungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, hingga pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati).
Seluruh program tersebut dikembangkan melalui Shared Value Framework INALUM, yakni pendekatan yang mengintegrasikan kepentingan perusahaan dengan masyarakat, lingkungan, pemerintah, dan pembangunan industri nasional.
Pendidikan Ikut Digenjot
Di sisi lain, perhatian INALUM tidak hanya tertuju pada lingkungan. Sektor pendidikan juga menjadi salah satu fokus utama dalam kolaborasi dengan Pemprov Sumut.
Wakil Gubernur Sumut Surya mengapresiasi langkah yang telah dilakukan INALUM dan berharap kontribusi perusahaan semakin diperluas.
“Kami berharap INALUM terus memperkuat kontribusinya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di kawasan sekitar Danau Toba,” ujar Surya.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi melalui APBD maupun APBN.
Laboratorium dan fasilitas penunjang pendidikan menjadi beberapa kebutuhan yang menurutnya dapat diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan perusahaan.
“Di sinilah kolaborasi antara pemerintah daerah dan INALUM dapat memberikan manfaat nyata bagi generasi muda,” katanya.
Tak Sekadar Bisnis
Surya juga mendorong INALUM untuk terus memperluas kontribusinya dalam pembangunan daerah, termasuk melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal serta penguatan konservasi lingkungan.
Sementara itu, INALUM menegaskan akan terus menjalankan perannya sebagai bagian dari Grup MIND ID sekaligus sebagai agen pembangunan.
Program yang dijalankan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat industri aluminium nasional, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengembangkan sumber daya manusia, dan menjaga lingkungan.
Dengan target penghijauan 500 hektare di DTA Danau Toba, penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program konservasi, INALUM ingin memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas.
Bukan hanya aluminium yang dihasilkan, tetapi juga harapan baru untuk lingkungan, pendidikan, dan masa depan masyarakat Sumatera Utara.




