PEMATANGSIANTAR, Update24News.id – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn, menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membina kehidupan rohani umat, membangun karakter, menanamkan nilai-nilai toleransi, serta memperkuat persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Hal tersebut disampaikan Wesly saat menghadiri Ibadah Utus Sambut Pendeta/Ketua Majelis Jemaat GPIB Maranatha Pematangsiantar, Pendeta Julianus Yeremias Kaimarehe, S.Th, dan Pendeta Dessy Elath-Selano, S.Th, di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat Maranatha, Jalan Simbolon, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (11/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wesly didampingi Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar, Ny Liswati Wesly Silalahi. Keduanya bersama jemaat GPIB Maranatha terlebih dahulu mengikuti ibadah sebelum acara dilanjutkan dengan sambutan.
Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Wesly menyampaikan selamat melaksanakan Ibadah Utus Sambut. Menurutnya, momentum tersebut merupakan bagian penting dalam perjalanan pelayanan gereja sekaligus menjadi wujud penyerahan diri dan komitmen untuk terus melayani Tuhan serta umat-Nya.
Kepada Pendeta Julianus Yeremias Kaimarehe, Wesly menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian serta pelayanan yang telah diberikan selama menggembalakan jemaat GPIB Maranatha Pematangsiantar.
“Kiranya segala pengabdian yang telah dilakukan menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat,” ujar Wesly.
Sementara itu, kepada Pendeta Dessy Elath-Selano, Wesly mengucapkan selamat datang dan selamat menjalankan tugas pelayanan di tengah jemaat GPIB Maranatha Pematangsiantar.
Ia berharap pendeta yang baru mendapat hikmat, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas pelayanan, serta mampu membimbing jemaat untuk semakin bertumbuh dalam iman dan kasih.
“Kiranya Tuhan senantiasa memberikan hikmat, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas pelayanan, serta membimbing seluruh jemaat untuk semakin bertumbuh dalam iman dan kasih,” katanya.
Lebih lanjut, Wesly menegaskan bahwa pembangunan Kota Pematangsiantar tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, nilai-nilai spiritual, dan kehidupan sosial masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Pematangsiantar, yakni mewujudkan kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras, dengan masyarakat yang semakin sejahtera.
Untuk mewujudkan visi tersebut, menurut Wesly, dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan lembaga keagamaan.
Karena itu, ia berharap gereja terus mengambil bagian dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, memperkuat semangat toleransi, serta menghadirkan nilai-nilai kasih melalui tindakan nyata.
Wesly juga berharap GPIB Maranatha Pematangsiantar semakin berkembang dan terus memberikan kontribusi positif bagi jemaat maupun masyarakat luas melalui pelayanan yang berkesinambungan.
“Saya mengucapkan selamat datang kepada Ibu Pendeta yang baru, dan selamat bertugas di tempat lain kepada Bapak Pendeta yang lama. Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah pelayanan, baik bagi pendeta yang diutus maupun pendeta yang menyambut tugas pelayanan yang baru,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan persaudaraan dalam membangun Kota Pematangsiantar.
“Mari bergandengan tangan membangun Kota Pematangsiantar yang kita cintai, dalam semangat kebersamaan, toleransi, dan kasih persaudaraan. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua,” tutup Wesly.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Wesly bersama Ny Liswati dan jemaat menyematkan pakaian adat Simalungun kepada Pendeta Julianus Yeremias Kaimarehe.
Penyematan pakaian adat tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang turut menampilkan kekayaan budaya lokal dalam kehidupan bermasyarakat dan bergereja di Kota Pematangsiantar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Badan Pengurus Musyawarah Pelayanan GPIB Sumut-Aceh, Ketua Tim Utus Sambut Hasudungan Hutasoit, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra. Happy Oikumenis Daely, Wakil Direktur RSUD dr. Djasamen Saragih dr. Yuliana Sara Erika Kurniawati Silitonga, M.K.M, serta perwakilan gereja-gereja tetangga. (*)





