TAPANULI SELATAN, Update24News.id – Sebanyak 13 peserta Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Kelompok IV melaksanakan pembelajaran lapangan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kepemimpinan adaptif, mitigasi bencana, serta percepatan pemulihan pelayanan publik pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dari hasil pemaparan dan diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, para peserta berhasil merumuskan lima rekomendasi strategis yang dinilai dapat memperkuat tata kelola penanggulangan bencana dan percepatan pemulihan daerah terdampak.
Rekomendasi pertama adalah membangun sistem pemulihan pelayanan publik terpadu berbasis satu data yang dapat dipantau secara real time. Sistem ini diharapkan mampu membantu pemerintah menentukan skala prioritas sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan.
Kedua, memperkuat koordinasi multipihak dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut juga mencakup dukungan dalam penyediaan lahan bagi warga yang terdampak bencana.
Ketiga, meningkatkan kapasitas aparatur, relawan, dan masyarakat melalui berbagai pelatihan, mulai dari pendataan, manajemen bencana, komunikasi risiko, pelayanan publik darurat, hingga perlindungan kelompok rentan.
Keempat, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana, penguatan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), serta pengintegrasian pendidikan kebencanaan di satuan pendidikan.
Kelima, mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, meliputi jalan, jembatan, air bersih, sanitasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, permukiman, hingga layanan administrasi kependudukan dengan menerapkan prinsip Build Back Better.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara, Dr. Agustinus, S.SiT., M.T., menilai Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menunjukkan kepemimpinan yang tangguh, cepat, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A., berharap hasil visitasi dan rekomendasi yang dirumuskan peserta dapat menjadi masukan berharga dalam memperkuat mitigasi bencana serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah.
Adapun peserta visitasi berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematangsiantar Johannes Sihombing, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Langkat Dr. Roby Rejeki, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun Eva Suryati Ulyarta, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Labuhanbatu Hj. Tuti Noprida Ritonga, serta sejumlah pejabat strategis lainnya dari Kota Medan, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Tapanuli Utara, Simalungun, dan Langkat.
Hasil pembelajaran lapangan tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk policy brief yang menjadi rekomendasi penguatan tata kelola pemerintahan yang tangguh, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik dalam menghadapi situasi kebencanaan. (*)





