PEMATANGSIANTAR| Update24News.id
Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya memastikan kualitas udara tetap terjaga. Pada Selasa (9/6/2026), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, Arri Suaswandhy Sembiring, didampingi Kabid PPKL Prasizu Minly Harahap bersama tim, melaksanakan tahap akhir pemantauan kualitas udara dengan mengambil alat passive sampler yang sebelumnya telah dipasang di sejumlah lokasi.
Alat tersebut sengaja dibiarkan terpapar udara dalam kurun waktu tertentu sebelum akhirnya diambil dan dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk dianalisis lebih lanjut.
Pemantauan dilakukan di empat titik yang mewakili karakteristik wilayah berbeda, yakni kawasan pemukiman, kawasan industri, kawasan perkantoran, dan kawasan transportasi. Dengan metode ini, DLH dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kualitas udara di berbagai aktivitas perkotaan.
Passive sampler merupakan alat pemantau udara yang bekerja tanpa pompa hisap maupun aliran listrik. Alat ini memanfaatkan proses difusi alami, yakni perpindahan molekul gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, untuk menangkap berbagai polutan yang ada di udara.
Pemantauan kualitas udara ini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi udara yang dihirup masyarakat setiap hari. Selain mengidentifikasi sumber dan tren pencemaran udara, hasil pengukuran juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penelitian ilmiah, kajian dampak lingkungan, hingga evaluasi efektivitas kebijakan pengendalian polusi yang telah diterapkan.
Melalui kegiatan ini, DLH Pematangsiantar berharap data yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah strategis guna menjaga kualitas lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat dari risiko pencemaran udara.
Sumber: FB DLH Pematangsiantar




