JAKARTA| Update24News.id – Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya reformasi pasar modal dan penguatan kepercayaan investor saat menerima kunjungan jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari dinamika nilai tukar rupiah, perkembangan pasar keuangan nasional, hingga pandangan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia. Menurut Luhut, tantangan yang dihadapi saat ini memang tidak mudah, namun justru menjadi momentum untuk menjalankan reformasi secara lebih berani dan konsisten.
Luhut secara khusus menyoroti reformasi pasar modal yang dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kepercayaan investor. Ia menilai langkah-langkah yang dilakukan OJK sejauh ini sudah berada di jalur yang tepat. Namun demikian, sebagian investor global masih memilih bersikap “wait and see” terhadap konsistensi implementasi kebijakan di Indonesia.
Menurutnya, fondasi utama pasar modal adalah kepercayaan. Karena itu, stabilitas kebijakan dan kepastian hukum jangka panjang menjadi faktor yang sangat menentukan dalam meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata dunia.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu tim dari MSCI menyampaikan harapan besar terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Hal tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi tujuan investasi global.
Selain pasar modal, Luhut turut memberi perhatian terhadap kondisi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Berdasarkan data yang diterimanya, angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) mengalami peningkatan. Ia mengapresiasi langkah strategis yang telah dilakukan OJK, namun menilai penguatan sektor BPR tetap harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menjadi sumber kerentanan baru, khususnya bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha di daerah.
Di akhir pertemuan, Luhut menekankan bahwa OJK sebagai regulator sektor keuangan harus mampu membaca arah perkembangan ekonomi secara cepat dan mengambil keputusan secara tepat. Ia juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap program prioritas pemerintah harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola serta manajemen risiko yang baik.
“Kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia dibangun dari kerja yang jujur, profesional, dan konsisten. Itu menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.




