Update24News.id, Sumut

Pasca peristiwa tindakan diskresi yang dilakukan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan – Polda Sumut yang terpaksa melepaskan tembakan ke arah sekelompok pemuda hingga menewaskan satu orang remaja yang menyerangnya di tol Belmera terus mendapatkan dukungan dari berbagai masyarakat.

Sebelumnya, Ketua GAMKI Medan memberikan dukungan kepada Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan yang mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan itu sudah tepat.

Sehingga beliau meminta Kapolda Sumatera Utara agar tidak menonaktifkan AKBP Oloan Siahaan sebagai Kapolres pelabuhan Belawan.

Ketua Gamki Medan menyebutkan bahwa tindakan tegas yang dilakukan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan sudah tepat. Dimana menurutnya bahwa wilayah Belawan merupakan sudah Darurat Kriminalitas, sehingga sangat dibutuhkan sosok Kapolres yang berani mengambil langkah tegas seperti AKBP Oloan Siahaan.

Selain dukungan dari Ketua GAMKI Medan, Kini datang dukungan dari Ketua DPP Pejuang Batak Bersatu Martin Siahaan.

Martin menyampaikan dukungan terhadap Kapolres pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan dan meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto maupun Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar tidak menonaktifkan AKBP Oloan Siahaan sebagai Kapolres pelabuhan Belawan.

Menurut Martin Siahaan, Seharusnya Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara memberikan Reward kepada AKBP Oloan Siahaan.

“Kapolri dan Kapolda Sumut sudah seharusnya memberikan Reward kepada AKBP Oloan Siahaan, Karena tidak semua polisi berani mengambil tindakan tegas seperti itu. Apalagi, Sambungnya, Kapolres Pelabuhan Belawan hanya ingin menyelamatkan diri dari serangan sekelompok pemuda dengan menggunakan Senjata tajam dan lemparan batu,” ujar Martin Siahaan.

Kemudian, Dukungan dari berbagai kalangan masyarakat juga bermunculan melalui akun medsos masing masing. Dimana beberapa kalangan masyarakat juga mendukung tindakan tegas Kapolres tersebut. Terlebih kalangan masyarakat yang sering melintas di tol Belmera.

Perlu diketahui, Dalam waktu sebulan belakangan ini, pihak kepolisian sudah dua kali mendapatkan serangan di wilayah Belawan, pertama saat penggrebekan Bandar Narkoba bulan April lalu, Pihak Kepolisian mendapatkan perlawanan juga dari sekelompok orang . Kemudian, pada 04/05/2025, Pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres pelabuhan Belawan kembali diserang sekelompok orang.

Sikap Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto yang mengajukan penonaktifan AKBP Oloan Siahaan menuai cibiran. Dimana masyarakat berpendapat bahwa Kapolda seharusnya pasang badan untuk membela Kapolres yang melakukan tindakan tegas demi keamanan dan kenyamanan wilayahnya. Bukan malah mengajukan pencopotan. Sebab, jika AKBP Oloan Siahaan Dini hari itu tidak mengambil langkah tegas dengan pergi meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri, maka dikhawatirkan masyarakat yang lain yang melintasi daerah itu akan menjadi korban kebrutalan sekelompok orang tersebut.

 

Untuk itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto diharapkan agar memikirkan kembali pengajuan pencopotan Jabatan AKBP Oloan Siahaan.

Dan jika tetap dilakukan pencopotan, maka Hal ini juga akan berimbas terhadap Kapolres serta polisi lainnya, sehingga tidak berani melakukan tindakan tegas demi mempertahankan jabatannya.

Bravo!! AKBP Oloan Siahaan

Penulis: Galung