Update24News.id, Siantar – Dalam satu hari ini,Senin(01/09/2025), empat Gelombang Massa menggelar demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Pematangsiantar.

Gelombang pertama dilakukan oleh Cipayung Plus bersama Koalisi masyarakat Sipil. Kelompok ini melibatkan, GMNI, HIMMAH,GMNI,GMKI, PMKRI,HMI dan KP2H serta Ojol.

Kemudian,dilanjutkan oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (GEMAPSI), BEM USI dan Aliansi Ojol bersama Masyarakat.

Pantauan dilokasi, Aspirasi yang disampaikan para kelompok Demonstran hampir sama, yakni menuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor, Mengusut Tuntas kasus Ojol yang tertabrak Rantis Brimob, yakni Affandi Aswan, membatalkan Kenaikan hampir 1000% Nilai jual Objek Pajak(NJOP) di Pematangsiantar, Mengutamakan Pembangunan Pasar Horas Siantar, membatalkan tunjangan mewah Anggota DPR RI, Menegakkan Hak Asasi Manusia, dan Menghentikan tindakan Represif Aparat.

Tuntutan tersebut secara bergelombang disampaikan kepada DPRD Siantar serta Forkopimda Pematangsiantar.

Disisi lain, Tampak Wali Kota bersama Forkopimda Pematangsiantar menerima dan menandatangani Fakta Integritas dan Nota kesepakatan yang telah disiapkan para demonstran.

Meski sempat terjadi aksi pembakaran Ban dan Pelemparan botol Air Mineral ke Arah aparat pengamanan. Tetapi aksi tersebut tidak berlangsung lama dan berhasil diredam Pimpinan aksi. Sehingga Demonstrasi empat Gelombang itu berlangsung kondusif.

Gerbang Kantor DPRD Siantar Dirusak

Usai empat Gelombang Massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Tak lama kemudian hujan turun mengguyur kota Pematangsiantar. Disaat hujan deras tersebut, ada sekelompok diduga masih pelajar SMA mencoba melakukan pelemparan batu ke arah kantor DPRD Siantar. Bahkan kelompok ini juga merusak pintu gerbang gedung DPRD Siantar. Namun berkat kesigapan Aparat TNI dan Polisi, aksi itu tidak berlangsung lama dan gerbang Pagar Kantor DPRD yang sempat diseret berhasil dikembalikan ke Posisi semula.

Teks Foto: Kelompok yang melakukan Perusakan Gerbang Pagar Kantor DPRD Siantar

Pemilik Toko di Jalan Sutomo Sempat Khawatir.

Sejumlah pemilik Toko yang mayoritas etnis Tionghoa di Sepanjang jalan Sutomo Sempat tertutup rapat (tidak beroperasi). Mereka Mengaku khawatir akan terjadi Kericuhan dan penjarahan.

Hal tersebut disampaikan Ali salah seorang pemilik toko yang ditemui awak media update24News.id.