PEMATANGSIANTAR |Update24News.id – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman. Hal ini disampaikan dalam Perayaan Paskah Oikumene Kota Pematangsiantar Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Lantai 4 Suzuya Merdeka Mall, Selasa (28/04/2026) sore.
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, hadir sekaligus menyampaikan pesan damai dan kebersamaan kepada seluruh umat Kristiani.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Happy, Wesly menegaskan bahwa Paskah merupakan momentum iman yang sangat penting sebagai peringatan kebangkitan Yesus Kristus yang membawa harapan dan kehidupan baru.
“Semangat Paskah mengajarkan kita untuk bangkit dari keterpurukan, memperbaharui diri, serta menjadi terang dan kasih bagi sesama,” ujar Happy membacakan pesan Wali Kota.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Paskah Oikumene sebagai simbol persatuan umat Kristiani lintas denominasi gereja di Kota Pematangsiantar.
“Kegiatan ini bukan hanya mempererat persatuan, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.
Menurutnya, Pematangsiantar adalah rumah bagi keberagaman. Oleh karena itu, semangat persatuan harus terus dijaga demi mewujudkan kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Wesly juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk menjadikan nilai-nilai Paskah sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita tingkatkan kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan Kota Pematangsiantar,” pesannya.
Di akhir sambutan, ia berharap perayaan Paskah membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat.
“Selamat Merayakan Paskah Oikumene Tahun 2026,” ucapnya.
Perayaan tersebut turut menghadirkan Pendeta John Maikel P Siregar sebagai pengkhotbah.
Sementara itu, Ketua Umum Ester Sitorus menegaskan bahwa Paskah bukan hanya tentang sukacita, tetapi juga momentum untuk menghadapi tantangan sosial, khususnya bahaya narkoba.
“Narkoba adalah musuh kita bersama. Mari kita bersatu dan memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak kita agar terhindar dari narkoba,” tegasnya.
Ia menyoroti maraknya peredaran narkoba hingga ke kampung-kampung, sehingga diperlukan peran aktif keluarga dan gereja dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan.
Ketua Panitia Pdt Hendri Sibuea menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Forkopimda dan Pemko Pematangsiantar, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Momen Paskah bukan sekadar seremoni, tetapi bagaimana Kristus benar-benar hidup di dalam hati kita. Mari kita jalani perayaan ini dengan penuh rasa syukur,” ujarnya.
Perayaan Paskah Oikumene 2026 ini menjadi simbol kuat kebersamaan, sekaligus pengingat pentingnya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba demi masa depan Kota Pematangsiantar yang lebih baik. (*)




