Pematangsiantar |Update24News.id — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi,S.H., M.Kn, didampingi Ketua TP PKK Ny. Liswati Wesly Silalahi membuka ritual Pradaksina dalam rangka Hari Raya Trisuci Waisak 2570 BE Tahun 2026 di Vihara Samiddha Bhagya, Jalan Thamrin, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (16/05/2026) malam.

Dalam sambutannya, Wesly mengaku bahagia dapat hadir bersama umat Buddha dalam pembukaan ritual Pradaksina atau ritual mengelilingi kota sebagai bagian dari perayaan Hari Trisuci Waisak 2570 BE di Kota Pematangsiantar.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pematangsiantar, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada DPD Walubi Pematangsiantar-Simalungun beserta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual,” ujar Wesly.

Menurut Wesly, Hari Trisuci Waisak merupakan momentum suci bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Sang Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan wafatnya Sang Buddha.

Ia menilai nilai-nilai luhur dalam ajaran Buddha seperti cinta kasih, kedamaian, pengendalian diri, dan toleransi sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

“Kegiatan Pradaksina yang dilaksanakan malam ini bukan hanya menjadi simbol spiritual dan religius, tetapi juga menjadi wujud nyata harmoni serta kerukunan umat beragama di Kota Pematangsiantar. Saya berharap kegiatan ini dapat semakin mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menumbuhkan semangat kebajikan di tengah masyarakat,” katanya.

Wesly juga menegaskan Pemerintah Kota Pematangsiantar terus mendukung kegiatan keagamaan yang membawa pesan damai, toleransi, dan kebersamaan.

“Kita patut bersyukur karena Kota Siantar terus dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan hidup rukun antarumat beragama. Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Trisuci Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha. Semoga melalui perayaan ini, kita semua memperoleh kedamaian batin, kebijaksanaan, dan semangat untuk terus menebarkan cinta kasih kepada sesama,” tuturnya.

Ketua DPD Walubi Provinsi Sumatera Utara Brillian Moktar menyampaikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan penuh makna spiritual.

Menurutnya, inti ajaran Buddha adalah kesadaran, termasuk dalam pelaksanaan ritual Pradaksina.

“Pradaksina ini ada hubungan dengan kesadaran, kita melangkah, kita renungkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat Buddha untuk terus menjaga kesabaran dan memperkuat semangat perdamaian sesuai tema Waisak tahun ini, yakni Dharma Menjaga Perdamaian Dunia.

Sementara itu, Ketua DPD Walubi Pematangsiantar-Simalungun Susanto atau yang akrab disapa Aleng menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Waisak kepada seluruh umat Buddha.

Ia menjelaskan, Waisak bukan sekadar peringatan historis, tetapi menjadi sumber inspirasi untuk menapaki jalan damai dalam kehidupan sehari-hari.

“Di tengah tantangan kehidupan modern, ajaran Buddha mengingatkan kita untuk senantiasa mengembangkan cinta kasih, welas asih, simpati atas kebahagiaan orang lain, serta keseimbangan batin,” katanya.

Ketua Panitia Erbin Chandra mengatakan ritual Pradaksina memiliki makna yang sangat sakral dan menjadi momentum refleksi diri bagi umat Buddha.

“Tujuan kita bukan pawai atau euforia, tetapi momen untuk merefleksikan apa yang sudah kita perbuat selama satu tahun terakhir,” ucapnya.

Erbin juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Pematangsiantar terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan keberagaman di Kota Pematangsiantar.

“Karena hasil dari Setara Institute, kita berada di posisi ke-4 sebagai kota paling toleran di Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk membangun kota tercinta,” katanya.

Dalam ritual Pradaksina tersebut, peserta membawa lilin elektrik sebagai simbol kebajikan dan penerangan bagi sesama tanpa memandang perbedaan etnis, suku, ras, maupun agama.